Kurikulum Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba) menjadi salah satu materi yang dibahas Ahmad Mujaddid, S.H., M.Pd., dalam rapat kerja SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) di Kota Batu, Selasa-Rabu (23-24/6/2026), termasuk rencana pengembangan Muhlas Boarding Class (MBC).
Rapat kerja tersebut diikuti oleh 70 guru dan karyawan SD Muhlas. Kegiatan diselenggarakan di Nawangwulan Hall, Purnama Hotel, Kota Batu, Jawa Timur. Pemaparan Kurikulum Ismuba berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB.
Dalam pemaparannya, Ahmad Mujaddid menekankan pentingnya kolaborasi seluruh guru dan karyawan dalam pembinaan akhlak serta ibadah peserta didik sesuai ajaran Muhammadiyah. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan seluruh unsur sekolah diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program pendidikan.
Selain penguatan Kurikulum Ismuba, SD Muhlas juga menyiapkan program Muhlas Boarding Class (MBC). Program tersebut dirancang sebagai kelas semi-pesantren yang ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran tahfiz Al-Qur’an di sekolah.
“Program tersebut meningkatkan kualitas kelas tahfidz khusus,” ujarnya.
Ahmad Mujaddid menjelaskan bahwa MBC tidak hanya berorientasi pada penambahan hafalan dan peningkatan bacaan Al-Qur’an peserta didik. Program tersebut juga dirancang dengan pendidikan integratif berbasis QAIL.

Menurut Ahmad Mujaddid, QAIL merupakan akronim yang digunakan sebagai dasar pengembangan program MBC. Huruf Q bermakna Qur’anic Character Building atau pembentukan karakter berbasis Al-Qur’an. Huruf A bermakna Academic Excellence atau keunggulan akademik.
Sementara itu, huruf I bermakna Islamic Leadership atau kepemimpinan Islami. Adapun huruf L bermakna Life Skill and Independence atau kecakapan hidup dan kemandirian.
Melalui konsep tersebut, peserta didik diharapkan memperoleh pembelajaran yang memadukan penguatan nilai keislaman, kemampuan akademik, kepemimpinan, serta kemandirian. Program MBC menjadi salah satu program yang akan dikembangkan untuk mendukung ciri pendidikan SD Muhlas.
“Selain itu, untuk mengaplikasikan dan menjadi kebanggaan para siswa, maka akan dibentuk IPM Kids (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) di tingkat sekolah dasar,” tambahnya.
Pembentukan IPM Kids direncanakan sebagai wadah pembelajaran organisasi bagi peserta didik di tingkat sekolah dasar. Program tersebut juga diharapkan dapat mendukung pembiasaan kepemimpinan, tanggung jawab, serta keterlibatan siswa dalam kegiatan sekolah.
Di akhir pemaparannya, Ahmad Mujaddid mengajak seluruh guru dan karyawan untuk membangun kerja sama dalam menjalankan program sekolah. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surabaya itu menyampaikan pentingnya sinergi dalam pelaksanaan setiap program.
“Melalui Raker ini diharapakan seluruh komponen yang ada di SD Muhlas senantiasa bersinergi, karena sebaik dan sesempurna program atau sistem yang dibuat mustahil bisa berhasil tanpa adanya kerja sama saling melengkapi satu sama lainnya, semangat berfastabiqul khairat sukses sekolah kita tercinta ini,” pungkasnya.
Setelah pemaparan Kurikulum Ismuba, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi dan penyampaian tanggapan dari peserta rapat. Sesi tersebut dilakukan untuk memperkuat program serta menyamakan visi dalam pelaksanaan program kerja yang telah disusun oleh setiap kepala urusan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments