Turut hadir dalam diskusi tersebut Bendahara PDM Surabaya H. Musa Abdullah serta Wakil Ketua PDM Surabaya H.M. Jemadi, S.Ag., M.A., M.Pd.
Mengawali sambutannya dengan guyonan, Musa Abdullah mencairkan suasana.
“Alhamdulillah kita bisa menyelenggarakan ‘maulid’ KH Mas Mansur, meskipun di Muhammadiyah sebenarnya tidak ada instrumen maulid,” ujarnya yang disambut tawa peserta.
Di balik candaan tersebut, Musa mengajak seluruh peserta meneladani perjuangan KH Mas Mansur.
“Banyak yang diwariskan KH Mas Mansur kepada kita, mulai dari kealiman, keluasan ilmu, semangat pergerakan, hingga dakwahnya yang manfaatnya masih kita rasakan sampai hari ini,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak tokoh nasional memberikan penghormatan kepada KH Mas Mansur.
“Tokoh nasional yang kami ajak berziarah ke makam KH Mas Mansur, seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, menunjukkan besarnya penghormatan kepada beliau. Kini saatnya kita melanjutkan perjuangan KH Mas Mansur,” tambahnya.
Pada sesi diskusi, sejumlah peserta turut menyampaikan pandangannya. Salah satunya Abibullah yang menyoroti pemikiran kebangsaan KH Mas Mansur.
“Pemikiran KH Mas Mansur sangat moderat. Beliau seorang ulama, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. Kontribusinya dalam BPUPKI menunjukkan bahwa beliau ikut menentukan arah bangsa tanpa menjadikan konsep negara berbasis khilafah sebagai dasar negara,” ujarnya.
Menurutnya, jasa KH Mas Mansur terhadap bangsa Indonesia layak mendapatkan perhatian yang lebih luas.
“KH Mas Mansur berjasa besar bagi negara. Beliau memberikan kontribusi penting dalam merancang negara dengan pendekatan yang moderat,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Rizky Putra Ramadhan dari kalangan Generasi Z. Ia mengajak generasi muda untuk kembali mempelajari kiprah KH Mas Mansur, khususnya perannya dalam BPUPKI serta kontribusinya terhadap lahirnya Indonesia.
Sebagai penutup, keluarga besar KH Mas Mansur yang diwakili Pak Fikri menyerahkan lukisan asli KH Mas Mansur kepada PDM Kota Surabaya. Lukisan karya Ibrahim, salah seorang putra KH Mas Mansur, diterima oleh H. Musa Abdullah dan H.M. Jemadi mewakili PDM Surabaya.
Penyerahan lukisan tersebut menjadi simbol estafet perjuangan sekaligus pengingat agar nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan semangat dakwah yang diwariskan KH Mas Mansur terus hidup serta menginspirasi generasi penerus.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments