SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) menggelar Workshop Penyusunan Soal Asesmen Akhir Materi di Aula SDMM, Rabu (8/7/2026), pukul 08.30–10.30 WIB. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam memperkuat budaya mutu akademik menjelang Tahun Ajaran 2026/2027.
Workshop menghadirkan dua narasumber, yaitu Ria Pusvita Sari, M.Pd. dan Kazue Salzabella Rachellinda, S.Pd., yang membimbing seluruh guru dalam menyusun instrumen asesmen sesuai karakteristik Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan guru dalam merancang soal yang tidak hanya mengukur hasil belajar, tetapi juga melatih kemampuan literasi, numerasi, dan bernalar kritis peserta didik.
Kepala SDMM, Athiq Amiliyah, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa pembiasaan terhadap bentuk soal TKA perlu dimulai sejak peserta didik berada di kelas I.
“Pelatihan ini kita adakan agar siswa sejak kelas I sudah terbiasa dengan bentuk dan karakter soal-soal TKA. Ini menjadi komitmen kita bersama. Tahun ini kita berhasil meraih peringkat ketiga se-Kabupaten Gresik untuk rata-rata nilai TKA tertinggi. Semoga tahun depan hasilnya semakin baik,” ujarnya.
Ia berharap seluruh guru memiliki visi yang sama dalam merancang asesmen yang mampu mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memahami informasi, menganalisis masalah, dan menentukan strategi penyelesaian yang tepat.
Sesi pertama workshop diisi oleh Ria Pusvita Sari, M.Pd., yang akrab disapa Ustazah Vita, dengan materi penyusunan soal numerasi berbasis TKA. Dalam pemaparannya, ia mengajak para guru untuk membiasakan peserta didik mengerjakan soal-soal dengan karakteristik TKA secara bertahap.
“Jangan takut nilai anak rendah, itu adalah proses adaptasi. Yang paling penting adalah siswa mulai terbiasa dengan bentuk soal TKA sehingga kemampuan literasi dan numerasinya berkembang secara bertahap,” jelasnya.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam TKA bukan hanya kemampuan berhitung, melainkan kemampuan memahami stimulus, membaca informasi secara cermat, dan menentukan strategi penyelesaian yang sesuai.
Sesi kedua dilanjutkan dengan materi literasi yang disampaikan oleh Kazue Salzabella Rachellinda, S.Pd.. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai penyusunan soal yang dapat mengukur kemampuan membaca, memahami informasi, serta menarik kesimpulan dari berbagai jenis teks.
Workshop tidak berhenti pada penyampaian materi. Seluruh peserta kemudian mengikuti sesi praktik dengan menyusun tiga butir soal yang memiliki level kognitif dan tipe soal berbeda sesuai karakteristik TKA.
Pada akhir sesi, beberapa peserta diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya. Narasumber kemudian memberikan umpan balik secara langsung, mulai dari kesesuaian indikator, kualitas stimulus, hingga ketepatan penyusunan distraktor agar soal benar-benar mampu mengukur kompetensi yang diharapkan.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah Manyar berharap seluruh guru semakin terampil menyusun asesmen yang berkualitas dan selaras dengan karakteristik TKA. Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten sejak kelas I diharapkan tidak hanya meningkatkan capaian TKA sekolah, tetapi juga membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan literasi, numerasi, dan bernalar kritis sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan di masa depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments