Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SD Muhammadiyah Manyar Terpilih sebagai Penerima Banpem Pendidikan Inklusif 2026

Iklan Landscape Smamda
SD Muhammadiyah Manyar Terpilih sebagai Penerima Banpem Pendidikan Inklusif 2026
SD Muhammadiyah Manyar Raih Bantuan Pemerintah Pendidikan Inklusif 2026, Perkuat Komitmen sebagai Sekolah untuk Semua (Athiq Amiliyah/PWMU.CO)
pwmu.co -

SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik menjadi salah satu dari 52 satuan pendidikan di Indonesia yang ditetapkan sebagai penerima Bantuan Pemerintah (Banpem) untuk Satuan Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Inklusif Tahun 2026. Program yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) ini bertujuan mendukung penguatan layanan pendidikan inklusif agar seluruh peserta didik memperoleh hak belajar yang setara.

Informasi mengenai program tersebut diterima SDMM melalui UPT Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (LP ABK) yang membagikan pengumuman kepada Guru Pembimbing Khusus (GPK) se-Kabupaten Gresik. Meski waktu pengajuan proposal relatif singkat, sekolah segera menyiapkan berbagai persyaratan yang diperlukan untuk mengikuti seleksi.

Dalam waktu sekitar tiga hari, tim sekolah menyusun proposal sesuai petunjuk teknis yang berlaku. Dokumen yang disiapkan meliputi Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk lima program kegiatan, matriks pelaksanaan selama 120 hari setelah pencairan dana, serta berbagai dokumen pendukung seperti NPWP, surat izin operasional, buku tabungan non-BOS, profil sekolah, data Peserta Didik Penyandang Disabilitas (PDPD) pada Dapodik, dan sertifikat pelatihan pendidikan inklusi bagi guru serta tenaga kependidikan.

Penanggung jawab Bimbingan Konseling (BK) SDMM, Ria Eka Lestari, mengaku tidak menyangka proposal yang disusun berhasil lolos sebagai penerima bantuan.

“Informasi Banpem ini kami terima hanya lima hari sebelum batas akhir pengajuan proposal, sehingga praktis saya hanya memiliki waktu sekitar tiga hari untuk menyusunnya. Terlebih, ini merupakan pengalaman pertama saya membuat proposal Bantuan Pemerintah. Karena itu, saya benar-benar kaget sekaligus bersyukur saat mengetahui SD Muhammadiyah Manyar dinyatakan lolos,” tuturnya.

Dana bantuan tersebut akan digunakan untuk mendukung sejumlah program penguatan pendidikan inklusif di sekolah. Program yang direncanakan meliputi sosialisasi penyelenggaraan pendidikan inklusi, bimbingan teknis penginputan data pada Sistem Informasi Profil Belajar Siswa, bimbingan teknis peningkatan intervensi dasar bagi peserta didik penyandang disabilitas melalui program kebutuhan khusus, serta peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan yang mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus.

Sebagai bagian dari pelaksanaan program, Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyaluran Bantuan Pemerintah pada 10–12 Juni 2026 di Hotel Aston Imperial Bekasi. Kegiatan yang berlangsung di Aula Legacy Lantai 2 tersebut diikuti seluruh sekolah penerima bantuan dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pemanfaatan Bantuan Pemerintah untuk mendukung layanan pendidikan bagi murid berkebutuhan khusus. Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan terkait peran satuan pendidikan dalam menyediakan akses belajar yang setara bagi seluruh peserta didik. Salah satu materi disampaikan oleh Dra. Tita Srihati, M.Phil., SNE. dari Asosiasi Pendidikan Tanpa Diskriminasi (APTADI).

SMPM 5 Pucang SBY

Berdasarkan Peraturan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Nomor 7 Tahun 2026, hanya 52 sekolah yang ditetapkan sebagai penerima bantuan dari ribuan proposal yang masuk. Dari Kabupaten Gresik, terdapat dua sekolah yang menerima undangan mengikuti kegiatan tersebut, yaitu SD Muhammadiyah Manyar dan SD Muhammadiyah Menganti. Kehadiran SDMM dalam kegiatan tersebut merupakan penugasan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.

Rangkaian bimtek ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Bantuan Pemerintah antara Direktorat PKPLK yang diwakili Triyono Raharjo, S.E., M.AP. dan Kepala SD Muhammadiyah Manyar sebagai salah satu penerima bantuan.

Ria Eka Lestari berharap program tersebut dapat mendukung pengembangan layanan pendidikan inklusif yang telah berjalan di SDMM.

“Harapan besar saya, Banpem ini menjadi stimulan yang mampu mengakselerasi SD Muhammadiyah Manyar menuju Sekolah Ramah Anak yang seutuhnya, di mana setiap anak merasa aman, nyaman, dan dihargai. Kami ingin membuktikan bahwa SDMM adalah Sekolah untuk Semua, sebuah lingkungan yang tidak membatasi potensi anak karena perbedaan kondisi mereka. Bersama seluruh guru dan tenaga kependidikan, kami berkomitmen mengutamakan kepentingan terbaik bagi setiap anak. Ke depan, kami berharap SDMM dapat menjadi sekolah rujukan pendidikan inklusi yang menginspirasi dan membuka jalan bagi masa depan anak-anak berkebutuhan khusus yang lebih cerah,” ujarnya.

Program Bantuan Pemerintah untuk Satuan Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Inklusif menjadi salah satu upaya penguatan layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Melalui program tersebut, sekolah diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan, kompetensi pendidik, serta akses belajar yang lebih inklusif bagi seluruh peserta didik. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 13/06/2026 18:59
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu