Kemeriahan menyelimuti hari pertama sekolah (First Day School/FDS) di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM), Senin (13/7/2026). Setelah terpukau oleh aksi panggung seni Reog Ponorogo, ratusan siswa kelas 1 hingga kelas 6 kembali mendapat kejutan budaya yang tak kalah menarik melalui Sudut Gebyok Kuliner.
Di sudut sekolah tersebut, sebuah area yang dihiasi daun kelapa dan kain jarik khas Jawa ditata apik. Sebanyak 1.500 jajanan tradisional dari berbagai jenis tersaji dan siap dinikmati seluruh warga sekolah.
Ragam Jajanan Tradisional, dari Manis hingga Gurih
SDMM menyediakan ribuan jajanan pasar yang terbagi dalam dua kategori utama, yakni jajanan manis dan gurih.
Jajanan manis yang disajikan antara lain donat pupur sate, klepon, lapis legit, onde-onde wijen, bakpao, kelanting sate, nagasari, jemblem, pelos, bungo kacang ijo, dadar gulung, dan apem pink.
Sementara itu, jajanan gurih yang tersedia di antaranya sosis solo, risol, tahu fantasi, dan lento.
“Jajanan yang kami sajikan sangat beragam, mulai dari yang manis hingga gurih. Kami ingin anak-anak mengenal kembali berbagai jajanan tradisional yang mungkin sudah jarang mereka temui,” ungkap Penanggung Jawab Gebyok Kuliner Hesti Meganiandari, S.Pd.
Setiap siswa mendapat kesempatan memilih dan mengambil dua jenis jajanan tradisional favorit mereka secara gratis.
Selaras dengan Tema Srawung Bocah Riangtara
Koordinator Kesiswaan SDMM Niswatul Mujtahidah, S.E., menjelaskan bahwa kehadiran Sudut Gebyok Kuliner bukan sekadar kegiatan makan bersama. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi budaya bagi para siswa.
Kegiatan ini dirancang selaras dengan tema besar FDS SDMM tahun ini, yaitu “Srawung Bocah Riangtara”.
“Melalui Gebyok Kuliner ini, kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal makanan modern, tetapi juga mengenali, mencintai, dan mencicipi kekayaan kuliner tradisional warisan leluhur kita. Ini adalah bagian dari ruang srawung, yaitu berkumpul dan berinteraksi dengan ceria bagi anak-anak,” ujar Niswatul Mujtahidah.
Klepon dan Donat Pupur Sate Jadi Primadona
Antusiasme siswa terlihat saat mereka mengantre dengan tertib di depan gebyok. Dari ribuan jajanan yang disediakan, dua menu menjadi primadona dan paling cepat diserbu siswa, yakni donat pupur sate dan klepon.
Setelah menikmati pertunjukan Reog Ponorogo dan mencicipi beragam jajanan tradisional, para siswa SDMM tampak semakin bersemangat menyambut tahun ajaran baru.
Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk mengenal kekayaan budaya dan kuliner tradisional Indonesia sejak dini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments