Tantangan dunia pendidikan di era digital yang bergerak eksponensial direspon cepat oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar.
Guna mendongkrak kualitas lini pendidik, sebuah workshop strategis bertajuk “Peningkatan Mutu Kompetensi Pedagogi, Pembelajaran Mendalam, Digitalisasi, dan Penggunaan AI” sukses digelar pada Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung gayeng dan interaktif ini dipusatkan di ruang perpustakaan SMP Muhammadiyah 2 Blitar. Menariknya, workshop ini tidak hanya menjadi panggung bagi satu sekolah, melainkan wujud nyata sinergi dan kolaborasi erat antarsekolah Muhammadiyah di Kota Patria.
Seluruh jajaran guru beserta kepala sekolah dari SMP Muhammadiyah 1 Blitar dan SMP Muhammadiyah 2 Blitar tampak hadir dan melebur menjadi satu tekad: meningkatkan mutu pendidikan.
Tepat pukul 08.00 WIB, suasana ruang perpustakaan SMP Muhammadiyah 2 Blitar yang biasanya tenang, mendadak riuh oleh antusiasme puluhan peserta.
Acara dibuka dengan khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci al-Quran dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Muhammadiyah, Sang Surya.
Dalam sambutannya selaku tuan rumah, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Blitar Abdul Aziz Al Asyi’ari S.PD.I, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan untuk menempati ruang perpustakaan sekolahnya sebagai episentrum perubahan.
Menurutnya, pertemuan dua sekolah ini merupakan momentum langka yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyamakan persepsi dan frekuensi dalam menghadapi dinamika kurikulum modern.
“Kami sangat berterima kasih kepada Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Blitar yang terus mengawal kami di garda depan. Kehadiran rekan-rekan dari SMP Muhammadiyah 1 Blitar di ruangan ini adalah bukti bahwa kita tidak sedang berkompetisi secara internal, melainkan berkolaborasi bersama untuk memajukan pendidikan Muhammadiyah di Kota Blitar. Guru-guru kita harus melek teknologi, tidak boleh lagi ada kata asing terhadap Artificial Intelligence (AI). Kita harus selangkah lebih maju dibanding yang lain,” tegas Abdul Aziz Al Asyi’ari, S.PdI.
Ia juga menambahkan bahwa perpustakaan sengaja dipilih sebagai lokasi acara guna menyimbolkan bahwa tempat tersebut bukan sekadar gudang buku, melainkan pusat peradaban, literasi, dan lahirnya inovasi-inovasi pembelajaran baru yang berbasis digital.





0 Tanggapan
Empty Comments