Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sinergi Dua Sekolah, PDM Kota Blitar Gembleng Guru Lewat Workshop AI dan Pembelajaran Mendalam

Iklan Landscape Smamda
Sinergi Dua Sekolah, PDM Kota Blitar Gembleng Guru Lewat Workshop AI dan Pembelajaran Mendalam
Giat Workshop yang digelar oleh Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Blitar di SMP Muhammadiyah 2 Blitar dan diikuti oleh seluruh guru SMP Muhammadiyah 1 Blitar dan guru SMP Muhammadiyah 2 Blitar (23/6/2026). (Nur Aji/PWMU.CO)
pwmu.co -

Memasuki acara inti, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Blitar Drs. Sugeng Harjanto M. Pd, naik ke podium untuk memberikan pemaparan materi secara komprehensif.

Mengusung gaya penyampaian yang lugas, taktis, sang Ketua membedah empat pilar utama yang menjadi tema besar workshop kali ini: Kompetensi Pedagogi, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Digitalisasi, dan Pemanfaatan AI.

1. Penguatan Kompetensi Pedagogi di Era Baru

Ketua Majelis menekankan bahwa secanggih apa pun teknologi yang masuk ke dalam ruang kelas, roh dari sebuah pembelajaran tetap ada pada kompetensi pedagogi seorang guru.

Guru dituntut tidak hanya mampu mentransfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga mampu membaca psikologi siswa, mengelola kelas secara inklusif, dan merancang asesmen yang berkeadilan.

“Pedagogi adalah seni mendidik. Di era digital, seni ini harus dikombinasikan dengan pendekatan yang lebih humanis dan adaptif,” paparnya.

​2. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

​Bukan sekadar menghafal rumus atau teori, deep learning dalam konteks instruksional menuntut siswa untuk memahami esensi, mengorelasikannya dengan kehidupan nyata, serta mampu melakukan pemecahan masalah (problem solving).

Ketua Majelis Dikdasmen mengajak para guru untuk bergeser dari model pembelajaran yang bersifat superfisial menuju pembelajaran yang bermakna. Siswa diajak berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif.

3. Akselerasi Digitalisasi Sekolah

Digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan atau opsi sekunder, melainkan sebuah keharusan mutlak. Seluruh perangkat administrasi, modul ajar, hingga sistem pelaporan hasil belajar siswa didorong untuk terintegrasi secara digital.

Hal ini demi efisiensi waktu sehingga guru memiliki porsi waktu yang lebih banyak untuk mendampingi tumbuh kembang karakter siswa di sekolah, alih-alih terjebak dalam tumpukan dokumen fisik.

4. Menjinakkan AI untuk Efektivitas Mengajar

SMPM 5 Pucang SBY

Bagian yang paling dinantikan oleh para peserta adalah sesi kupas tuntas AI. Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Blitar Drs. Sugeng Harjanto, M.Pd. memaparkan materi ini dengan sangat gamblang.

Beliau meluruskan stigma bahwa AI akan menggeser peran guru. Sebaliknya, AI diposisikan sebagai asisten super cerdas yang mampu membantu guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran secara kilat, membuat bank soal yang bervariasi berdasarkan tingkat kemampuan siswa, serta menciptakan media pembelajaran visual dan interaktif yang menarik bagi generasi alfa.

“Jangan takut dengan AI. AI tidak akan menggantikan guru hebat. Namun, guru yang menggunakan AI jelas akan menggantikan guru yang menolak menggunakannya. Manfaatkan teknologi ini untuk mereduksi beban administratif Bapak Ibu sekalian, sehingga fokus kita kembali pada memanusiakan manusia di ruang kelas,” ujar Drs. Sugeng Harjanto, M.Pd.

Setelah pemaparan materi teoretis dan konseptual yang padat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi workshop mandiri. Ruang perpustakaan langsung berubah menjadi laboratorium digital dadakan.

Para guru dari SMP Muhammadiyah 1 Blitar dan SMP Muhammadiyah 2 Blitar membuka laptop mereka masing-masing, berdiskusi lintas sekolah, dan langsung mempraktikkan instruksi pengoperasian beberapa platform AI terkemuka untuk pendidikan.

Suasana terlihat sangat hidup ketika para guru senior berbincang akrab dengan guru-guru muda, saling bertukar kiat membuat prompt (perintah) AI yang efektif guna menghasilkan modul ajar yang kreatif.

Kepala sekolah dari kedua instansi pun tampak tidak canggung membaur, ikut serta menyusun strategi implementasi hasil workshop ini untuk diterapkan di sekolah masing-masing mulai tahun ajaran baru.

Kegiatan workshop intensif ini berlangsung maraton dari pagi hari dan baru berakhir setelah seluruh target indikator kompetensi tercapai dengan tuntas. Meski menguras energi dan konsentrasi, raut wajah puas dan optimistis terpancar jelas dari seluruh peserta yang bertahan hingga peluit akhir acara ditiup.

​Pihak Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Blitar menegaskan bahwa agenda ini tidak akan berhenti sebagai seremonial satu hari saja.

Pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala ke SMP Muhammadiyah 1 Blitar dan SMP Muhammadiyah 2 Blitar dalam beberapa bulan ke depan.

Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa kompetensi pedagogi yang telah di-upgrading, konsep deep learning, sistem digitalisasi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan benar-benar terimplementasi secara nyata di ruang kelas, demi mencetak generasi emas Muhammadiyah yang unggul, religius, dan berkemajuan di Kota Blitar.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 23/06/2026 20:40
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu