Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran menetapkan M. Jatim dan Mariyono untuk mengisi dua posisi pimpinan yang kosong, Ahad (20/9/2026).
Muspimcab tersebut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya M. Rofik Munawi, seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), majelis, lembaga, serta organisasi otonom Muhammadiyah se-Cabang Kenjeran.
Selain membahas pengisian posisi pimpinan, forum tersebut juga menjadi ruang penyampaian program kegiatan PCM Kenjeran tahun 2026. Dua agenda tersebut dibahas melalui musyawarah bersama sebagai bagian dari keberlanjutan kerja organisasi di Cabang Kenjeran.
M. Jatim dan Mariyono Isi Posisi Pimpinan
Pengisian dua posisi pimpinan dilakukan karena terdapat kekosongan dalam jajaran pimpinan PCM Kenjeran. Salah satunya karena Nur Sugianto dinilai tidak lagi aktif dalam berbagai kegiatan PCM Kenjeran. Sementara itu, posisi M. Shohib diisi setelah yang bersangkutan meninggal dunia pada Agustus 2026.
Forum Musypimcab kemudian merujuk pada hasil Musyawarah Cabang (Musycab) sebelumnya dalam menentukan pengisian dua posisi tersebut. Berdasarkan urutan perolehan suara dalam pemilihan pimpinan pada Musycab, posisi yang kosong diberikan kepada calon dengan perolehan suara berikutnya.
M. Jatim, yang memperoleh suara terbanyak ke-10 dalam pemilihan sebelumnya, dan Mariyono, peraih suara ke-11, kemudian disepakati untuk masuk dalam jajaran pimpinan PCM Kenjeran.
Pengisian tersebut menjadi bagian dari proses melanjutkan struktur kepemimpinan PCM Kenjeran setelah terdapat dua posisi yang kosong. Dengan masuknya dua pimpinan baru, struktur kepengurusan dapat kembali menjalankan pembagian tugas organisasi.
Selain membahas struktur pimpinan, Musypimcab juga menjadi forum penyampaian program kegiatan PCM Kenjeran tahun 2026. Program tersebut menjadi bagian dari pembahasan organisasi dalam melanjutkan kegiatan Muhammadiyah di wilayah Cabang Kenjeran.
Ali Fauzi Tekankan Musyawarah
Ketua PCM Kenjeran Ali Fauzi menekankan pentingnya kolektivitas dalam menjalankan organisasi. Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul dalam perjalanan organisasi perlu dihadapi dan diselesaikan bersama melalui musyawarah.
“Konteks berorganisasi itu adalah dikerjakan bersama-sama. Jika ada suatu permasalahan, mari kita selesaikan bersama dengan jalan musyawarah.
Di dalam berorganisasi, kita dilarang mengeluh karena kita ini sedang berjihad lewat Muhammadiyah dan harus semata-mata mengharap ridho Allah SWT. Mari kita tetap semangat berdakwah walaupun banyak tantangan. Kita tidak boleh mengeluh karena kita punya Allah,” tegas Ali Fauzi.
Menurut Ali, kolektivitas menjadi bagian penting dalam menjalankan amanah organisasi. Setiap persoalan yang dihadapi dalam kegiatan Muhammadiyah perlu menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya dibebankan kepada individu tertentu.
Pembahasan dalam Musypimcab tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya PCM Kenjeran melanjutkan program organisasi setelah pengisian dua posisi pimpinan yang sebelumnya kosong.
Melalui forum tersebut, PCM Kenjeran melanjutkan pembahasan mengenai struktur pimpinan dan program kegiatan tahun 2026 dengan melibatkan unsur pimpinan ranting, majelis, lembaga, serta organisasi otonom Muhammadiyah se-Cabang Kenjeran. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments