SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) memaparkan sejumlah program pendampingan siswa kelas XII kepada sekitar 300 wali murid dalam Sosialisasi Program Kelas XII Tahun Ajaran 2026–2027 di Mas Mansur Hall Lantai 6 Smamda Tower, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut membahas persiapan siswa menghadapi tahun terakhir sekolah, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA), Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), serta informasi mengenai pilihan perguruan tinggi.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Smamda Mustakim, S.Pd., mengatakan kelas XII merupakan fase penting bagi siswa dalam menentukan pilihan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang sekolah menengah atas. Karena itu, orang tua diharapkan memberikan arahan sekaligus dukungan terhadap pilihan putra-putrinya.
“Apa pun pilihan anak-anak, orang tua harus tetap memberikan dukungan penuh, asalkan mereka tidak keluar jalur,” tutur Mustakim.
Untuk mendampingi siswa kelas XII, Smamda menyiapkan tiga program, yakni Smamda Intensive Program (SIP), Education Fair (Edufair), dan Field Trip Study Activity (FISA).
Tiga Program Pendampingan Kelas XII
Mustakim menjelaskan, Smamda Intensive Program (SIP) dirancang untuk meningkatkan kompetensi akademik siswa sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi TKA dan UTBK-SNBT.
SIP berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2026 dengan fokus awal pada persiapan TKA melalui latihan soal berdasarkan kisi-kisi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Setelah pelaksanaan TKA, program tersebut akan beralih pada pemantapan materi UTBK.
Untuk memantau perkembangan siswa, Smamda juga memfasilitasi enam kali try out TKA sebelum dilanjutkan dengan try out UTBK.
“Nilai dan sertifikat TKA ini menjadi salah satu syarat penting untuk menjadi siswa eligible yang dapat mendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), di samping kuota 40 persen rata-rata nilai rapor semester 1 hingga 5,” jelasnya.
Selain persiapan akademik, Smamda menggelar Education Fair pada 12–14 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan kuliah tamu, sosialisasi perguruan tinggi, serta pameran dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS).
Program tersebut ditujukan untuk memberikan informasi yang lebih luas kepada siswa mengenai pilihan pendidikan tinggi dan membantu mereka mengenali berbagai alternatif perguruan tinggi.
Sementara itu, Field Trip Study Activity (FISA) dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa melalui kunjungan ke lingkungan perguruan tinggi. Adapun lokasi kunjungan masih dalam pembahasan.
Wali Murid Tanyakan Persiapan PTN
Setelah pemaparan program, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antara wali murid dan pihak sekolah. Sejumlah pertanyaan berkaitan dengan persiapan perguruan tinggi, kegiatan akademik, hingga aktivitas siswa pada semester genap disampaikan dalam sesi tersebut.
Dwiyanti, orang tua Anin dari kelas XII.3, menanyakan fasilitasi informasi mengenai pemilihan PTN reguler maupun perguruan tinggi kedinasan serta pemetaan peluang masuk PTN berdasarkan nilai siswa.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa persiapan menuju SNBP idealnya dilakukan secara konsisten sejak kelas X. Untuk siswa kelas XII, sekolah menyediakan dua jam pelajaran khusus Bimbingan dan Konseling (BK) setiap pekan.
Layanan tersebut digunakan siswa untuk berkonsultasi dan meningkatkan capaian akademik sesuai target. BK juga didukung data sebaran alumni sebagai bahan informasi bagi siswa dalam mempertimbangkan pilihan perguruan tinggi.
Setelah pengumuman siswa eligible, sekolah juga akan menggelar pertemuan khusus antara wali murid dan BK untuk membahas pilihan serta persiapan siswa.
Pertanyaan lain disampaikan Michiko, wali murid kelas XII.6, mengenai pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) dan sertifikasi tahfidz.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa AN tahun ini mencakup Survei Lingkungan Belajar dan Karakter. Hasil asesmen tersebut diperuntukkan bagi evaluasi internal sekolah. Sementara itu, sertifikasi tahfidz direncanakan berlangsung pada November 2026.
Adapun M. Salif Jibran, wali murid kelas XII.8, menanyakan kemungkinan kelonggaran kehadiran siswa pada semester genap bagi siswa yang tidak masuk kuota eligible agar dapat mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah.
Menjawab pertanyaan tersebut, pihak sekolah menegaskan bahwa proses pembelajaran tetap berlangsung normal dengan beban 10 Jam Pelajaran (JP).
“Pembelajaran baru bersifat tentatif setelah Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) di bulan Maret. Untuk pendampingan UTBK, program SIP tetap berjalan namun disesuaikan agar tidak sampai sore hari,” pungkas Mustakim.
Melalui sosialisasi tersebut, Smamda memberikan gambaran kepada wali murid mengenai program pendampingan siswa kelas XII, mulai dari persiapan akademik hingga informasi perguruan tinggi. Komunikasi antara sekolah dan orang tua menjadi bagian dari pendampingan siswa dalam menghadapi tahun terakhir sekaligus menentukan pilihan pendidikan setelah lulus. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments