Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Siswa Kelompok B TK Aisyiyah 36 PPI Ikuti Kindergarten Test Cambridge, Ada Tangis dan Lelucon Polos

Iklan Landscape Smamda
Siswa Kelompok B TK Aisyiyah 36 PPI Ikuti Kindergarten Test Cambridge, Ada Tangis dan Lelucon Polos
Miss Mirjam Anugerahwati sedang menguji English speaking test di Kelas B1. Pelangi ceria (Kurniawati/PWMU)
pwmu.co -

​Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan mutu pendidikan berstandar internasional, TK Aisyiyah 36 PPI Gresik kembali menggelar agenda penting Kindergarten Test May Series 2026. Kegiatan evaluasi ini dilaksanakan pada Kamis (11/6/2026) atas kerja sama resmi dengan UPT Pengelola Sekolah Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) selaku Cambridge Centre ID 110.

​Sebanyak 42 siswa dari Kelompok B mengikuti ujian ini dengan penuh semangat pada pukul 08.00 WIB.

Untuk menjaga kondusivitas, anak-anak dibagi ke dalam dua ruangan, yakni Kelas B1 (Pelangi Ceria) dan Kelas B2, dengan masing-masing kelas berisi 21 siswa. ​Jalannya ujian dikawal langsung oleh tim ahli dari Cambridge Centre ID 110 Universitas Negeri Malang.

Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A. (Centre Head Cambridge ID 110) bertindak sebagai penguji di Kelas B1 Pelangi Ceria, Erli Wahyuningtiyas Sudarmiati, S.Pd., M.App.Ling. menguji di Kelas B2, sementara Zakiyatul Fitri, S.Pd. mengawal seluruh proses administrasi.

Riak Air Mata dan Celetukan Polos

​Ujian diawali dengan pengerjaan lembar soal tertulis yang merangkum mata pelajaran Math, English, dan Science ke dalam 20 butir soal terintegrasi. Di Kelas B1, penjelasan butir soal dipandu oleh  Kurniawati dengan didampingi  Nur Latifah. Sementara di Kelas B2, penjelasan soal dipandu langsung oleh dosen penguji, Erli Wahyuningtiyas, didampingi  Zulianah dan  Nur Lia Faridah.

​Suasana ruang ujian yang formal tak jarang memicu dinamika emosional pada anak usia dini. Tercatat ada tiga anak yang merasa nervous dan kurang percaya diri, bahkan salah satu di antaranya sempat menangis di Kelas B1.

​Mengenai hal itu, Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A. menjelaskan bahwa anak yang sempat menangis karena panik tersebut sebenarnya adalah anak yang pandai.

​”Begitu dia mulai tenang, dia bisa menjawab pertanyaan dengan benar dan terlihat menikmati prosesnya. Dia panik di awal saja karena menghadapi situasi ujian formal, dan merasa dia tidak bisa, padahal Kemampuan adaptasi dan pemahamannya patut diacungi jempol,” ungkap Centre Head Cambridge ID 110 tersebut.

​Di tengah ketegangan terukur itu, muncul pula selingan menggelitik dari seorang siswa bernama Muhammad Kenzo Putra Shaquille, saat dibantu oleh Zakiyatul Fitri, staf administrasi penguji, Kenzo tiba-tiba memasang wajah bingung ketika melihat Bu Fitri hendak beranjak membantu siswa lain.

SMPM 5 Pucang SBY

“Loh.. Aku ditinggal, gimana ini?” celetuk Kenzo polos sambil terus memandangi Bu Fitri yang berjalan menjauh. Momen lugu ini sontak mencairkan suasana tegang dan memantik senyum para di dalam kelas.

Bangkit Pasca-Pandemi

​Setelah merampungkan sesi tertulis, para siswa mengikuti English Speaking Test. Setiap sesi diisi oleh tiga sampai empat anak yang menghadap langsung ke dosen penguji di masing-masing kelas untuk berinteraksi menggunakan bahasa Inggris dasar. Seluruh rangkaian acara selesai pada pukul 11.00 WIB dan diakhiri dengan sesi foto bersama di aula Nyai walidah TK Aisyiyah 36 PPI.

​Ditemui usai acara, Kepala TK Aisyiyah 36 PPI, Iffah Nihayati, S.Psi., mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran agenda ini. Baginya, pelaksanaan tahun ini menjadi momentum bangkitnya kembali program internasional sekolah yang sempat tertahan.

​”Alhamdulillah, pelaksanaan tahun ini menjadi momentum yang sangat penting bagi sekolah kami setelah sekian lama tidak mengajukan pelaksanaan Kindergarten Test akibat hantaman pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu,” ujar Iffah.

​Iffah berharap, ke depan kegiatan asesmen internasional ini bisa terus dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan tanpa ada hambatan global lagi.

​”Evaluasi ini menjadi tolak ukur penting bagi kami untuk terus meng-upgrade kualitas pembelajaran adaptif, melatih mental percaya diri anak, sekaligus memastikan standar output siswa-siswi TK Aisyiyah 36 PPI tetap terjaga di level terbaik,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 13/06/2026 20:18
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu