Perundungan atau yang lebih dikenal dengan bullying merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja oleh seorang atau sekelompok orang yang merasa memiliki kuasa dengan tujuan menyakiti, menindas, atau mendominasi korban.
Adapun beberapa jenis perundungan diantaranya kekerasan fisik, verbal, sosial/psikologis, dan juga cyberbullying.
Adapun dampak dari tindak perundungan itu yakni gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi, penurunan prestasi atau keengganan untuk pergi ke sekolah, atau trauma psikologis berat yang dapat terbawa hingga dewasa.
Dengan maraknya kasus perundungan terutama di lingkungan sekolah, SD Mugres Kampus B bekerjasama dengan tim TPPK Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menciptakan sekolah aman untuk murid-muridnya, Kamis (16/7/2026).
Mengenal Sekolah Aman
Wiwik, salah satu tim TPPK UMG mengajak murid-murid untuk mengenal apa-apa saja yang termasuk sekolah aman.
Anak-anak mendapat informasi perihal ciri-ciri sekolah aman yang meliputi rasa dihargai karena setiap anak memiliki hak untuk didengar karena mereka penting.
Selain itu, agar tidak memiliki rasa takut karena tidak adanya ancaman, intimidasi atau ejekan di sekolah, dan ruang tumbuh yang dapat digunakan sebagai sarana untuk berkembang dan bermain bersama dengan aman.
Tidak hanya itu, anak-anak juga diajarkan bagaimana menjadi teman yang baik. Dengan menghargai perbedaan karena setiap individu itu unik dan berharga, saling membantu ke sesama teman saat teman mengalami kesulitan.
Tak lupa juga memberikan kalimat-kalimat positif atau pujian sederhana serta beberapa perilaku kecil seperti menyapa, mendengarkan, ataupun berbagi membuat suasana dilingkungan sekolah menjadi lebih hangat.
Tim TPPK, Wiwik dan Deah tak lupa juga memberitahukan bagaimana cara menjaga kesehatan jiwa. Dengan latihan tenang relaksasi (ambil nafas dan buang nafas), melakukan aktivitas yang menyenangkan (melukis, menggambar, atau berjalan santai), dan juga mencari teman bicara guna menceritakan perasaan atau kondisi kepada guru dan teman saat dibutuhkan.
Ketahui Ekspresi Teman
Di samping itu, anak-anak juga wajib mengetahui ekspresi temannya melalui permainan tebak ekspresi agar lebih waspada terhadap apa yang dirasakan oleh teman atau lingkungan sekitarnya.
Bersamaan dengan ini Wiwik dan Deah mengajak murid-murid SD Mugres Kampus B untuk berkomitmen sebagai anak hebat.
Komitmen yang dibuat bersama itu meliputi janji anak baik dengan tidak menyakiti teman, baik secara perkataan ataupun perbuatan.
Kemudian menolong teman dengan menjadi penolong bagi teman yang membutuhkan bantuan, tak lupa juga menandatangani “pohon komitmen” sebagai simbol persetujuan bersama.
Lantaran komitmen kecil yang anak-anak buat akan menjadi perubahan yang sangat besar untuk sekolah yang lebih aman.
Sebagai penutup, Wiwik menyampaikan kepada murid-murid SD Mugres Kampus B bahwa kebaikan dimulai dari diri sendiri, tantangan untuk diri sendiri dengan melakukan tindakan baik setiap hari (sapa, bantu, dan dengarkan).
“Senyum kalian ini membuat sekolah lebih bahagia. Teruslah untuk menyebarkan kebaikan, karena kalian ini bagian dari sekolah aman” tutupnya.
Setelah pemaparan materi anak-anak diajak untuk membuat simbol tanda tangan sebagai wujud deklarasi anti perundungan (bullying).





0 Tanggapan
Empty Comments