
Baru Tahu Alat Jahit
Sepuluh menit kemudian sampai di rumah penjahit Buana sekaligus menjadi toko peralatan jahit.
Anak-anak mulai mengamati dan mengeksplorasi apa yang dia lihat. Toko ini menyediakan benang, resliting, kain keras, obras, aneka kancing dan sebagainya. “Bunda, ini apa namanya,” tanya Yuris Putra Reyhan Arkananta menujuk mesin obras.
Buana dengan sabar menjelaskan bagian-bagian mesin jahit. Cara memasukkan benang ke dalam jarum mesin. Kemudian mempraktikkan cara menjahit dengan menggunakan dinamo.
“Sebentar saya masukkan dulu benangnya ya. Lalu kalian lihat bagaimana mesin ini bisa bekerja,” ujar Buana. Anak-anak tertawa bertepuk tangan mendengar deru mesin jahit.
Buana tak menyangka jika anak-anak akan berkunjung ke tokonya. “Saya pikir mau jalan-jalan ke lapangan ,”ungkapnya
Dia senang melihat anak-anak beramai-ramai memasuki ruang kerjanya. “Anak-anak belajar melihat cara bagaimana menjahit. Anak-anak jaman dulu suka dengan jahit menjahit. Bermain perca kain. Main tanah dan air. Anak-anak sekarang lebih banyak bermain HP,”katanya tersenyum ramah
Puas melihat peralatan jahit dan cara menggunakannya, guru dan anak-anak mohon pamit. Tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Buana.
“Terima kasih ibu, assalamu’alaikum,” ujar mereka sambil bersalaman pulang. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni





0 Tanggapan
Empty Comments