Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SMA Muhammadiyah 5 Dukun Tingkatkan Kompetensi Digital Guru melalui Peer Learning

Iklan Landscape Smamda
SMA Muhammadiyah 5 Dukun Tingkatkan Kompetensi Digital Guru melalui Peer Learning
Pengutan kompetensi digital seluruh guru melalui Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran berbasis Peer Learning (Amuhas/PWMU.CO)
pwmu.co -

SMA Muhammadiyah 5 (Smala) Dukun meningkatkan kompetensi digital seluruh guru melalui Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran berbasis Peer Learning yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 20–21 Agustus 2026, di Aula Pertemuan 2 Smala. Pelatihan ini menjadi bagian dari program pengembangan profesionalisme guru. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan inovatif.

Kepala SMA Muhammadiyah 5 Dukun, Agus Muhammad Hasbi, menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi digital guru menjadi kebutuhan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Guru tidak hanya dituntut mampu menggunakan perangkat dan aplikasi digital, tetapi juga harus dapat memilih serta mengintegrasikan teknologi secara tepat dalam proses pembelajaran.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus memberikan nilai tambah dalam kegiatan belajar. Berharap teknologi ini mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dan mendukung terciptanya pembelajaran yang aktif serta berpusat pada peserta didik.

Tingkatkan Keterampilan melalui Dua Materi Utama

Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran tersebut melalui dua materi utama. Pada bagian pertama, para guru mendapatkan pelatihan mengenai pembelajaran interaktif dan gamifikasi. Sementara bagian kedua berfokus pada pemanfaatan AI dan teknologi pembelajaran.

Pada materi pembelajaran interaktif dan gamifikasi, guru mempelajari konsep gamifikasi, pembuatan kuis dan permainan edukatif, pemanfaatan Genially dan media interaktif, hingga pembelajaran berbasis proyek digital.

Melalui materi tersebut, guru semoga mampu meningkatkan kemampuan dalam merancang aktivitas pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif peserta didik.

Targetnya, setiap guru menghasilkan minimal satu aktivitas pembelajaran interaktif berupa kuis atau permainan edukatif yang menerapkan konsep gamifikasi.

Tujuannya agar peningkatan kompetensi tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu menghasilkan produk dan menerapkan secara langsung di kelas.

Pada bagian kedua, guru mendapatkan penguatan mengenai pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Harapannya, setiap peserta mampu menghasilkan satu rancangan pembelajaran yang memanfaatkan AI secara tepat dan bertanggung jawab.

Dengan pola tersebut, pelatihan diarahkan untuk meningkatkan keterampilan praktis guru sekaligus menghasilkan perangkat pembelajaran yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan mata pelajaran masing-masing.

Guru Belajar dari Guru melalui Peer Learning

Peningkatan kompetensi dalam kegiatan ini melalui pendekatan Peer Learning. Guru tidak hanya berperan sebagai peserta pelatihan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk belajar dari pengalaman dan kompetensi rekan sejawat.

Bertindak sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Imam Rosyadi, S.Pd., guru TIK sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, dan Ni’matul Laily, S.Pd., guru Biologi sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum.

Keterlibatan guru sebagai pemateri menjadi bagian dari upaya membangun budaya saling belajar di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan tersebut, guru yang memiliki pengalaman dan kompetensi tertentu dapat berbagi pengetahuan dan keterampilan dengan guru lainnya.

Pola Peer Learning juga memberikan ruang bagi para guru untuk berdiskusi, melakukan refleksi, berbagi pengalaman, serta mengembangkan inovasi pembelajaran secara kolaboratif.

Dengan demikian, peningkatan kemampuan digital tidak hanya melalui pelatihan formal, tetapi juga melalui proses belajar bersama yang berkelanjutan di antara sesama guru.

SMPM 5 Pucang SBY

Mengarahkan Teknologi untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

Program Digitalisasi Pembelajaran di Smala tidak hanya mengarah pada peningkatan kemampuan guru dalam mengoperasikan perangkat atau aplikasi digital.

Sekolah mendorong agar kompetensi teknologi yang diperoleh dapat diterapkan secara pedagogis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan bervariasi. Peserta didik dapat dilibatkan melalui berbagai aktivitas, mulai dari penggunaan media interaktif, kuis dan permainan edukatif, diskusi, hingga pembuatan produk digital.

Pada saat yang sama, penggunaan teknologi juga diharapkan dapat mendukung peningkatan keterampilan peserta didik dalam berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah, dan literasi digital.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF, Firman Susanto Noor, memberikan perhatian terhadap keberlanjutan program peningkatan kompetensi tersebut. Ia berharap hasil pelatihan dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran.

Pelatihan, menurutnya, tidak seharusnya berhenti setelah kegiatan selesai. Kompetensi yang diperoleh guru perlu terus dikembangkan melalui penerapan di kelas, evaluasi, dan berbagi pengalaman dengan rekan sejawat.

Berlanjut hingga Digital Teaching Project

Salah seorang peserta, Muhammad Kamilullah, S.Pd., menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi guru untuk memperoleh pengalaman baru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran.

Melalui kegiatan itu, guru tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai aplikasi dan teknologi, tetapi juga didorong untuk memahami bagaimana teknologi dapat digunakan secara relevan dalam aktivitas pembelajaran.

Pelatihan Part I dan Part II menjadi tahap awal dari rangkaian Program Digitalisasi Pembelajaran SMA Muhammadiyah 5 Dukun selama tahun pelajaran 2026/2027.

Program tersebut selanjutnya akan dilanjutkan dengan Part III Desain Bahan Ajar Digital, Part IV Video Pembelajaran, Part V Literasi dan Ekosistem Pembelajaran Digital, Part VI Asesmen dan Evaluasi Digital, Part VII Analisis Data dan Dashboard Pembelajaran, Part VIII Digitalisasi Administrasi Guru, hingga Part IX Digital Teaching Project.

Setiap tahapan dirancang dengan target keluaran yang dapat diterapkan dalam pekerjaan guru. Mulai dari aktivitas pembelajaran interaktif, rancangan pembelajaran berbantuan AI, bahan ajar digital, video pembelajaran, hingga asesmen dan paket pembelajaran digital.

Melalui alur pelatihan, penguasaan teknologi, pembuatan produk, penerapan di kelas, refleksi, dan berbagi praktik baik, SMA Muhammadiyah 5 Dukun berharap peningkatan kompetensi digital guru dapat berkembang menjadi budaya sekolah.

Pelaksanaan Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran berbasis Peer Learning tersebut menjadi salah satu langkah Smala dalam meningkatkan kesiapan guru menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.

Dengan kemampuan yang terus diperkuat, guru diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital dan AI secara etis, efektif, dan bertanggung jawab untuk menghadirkan pembelajaran yang semakin interaktif dan inovatif.***

Revisi Oleh:
  • Notonegoro - 22/08/2026 19:58
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu