Setelah beberapa minggu menunggu, penutur asli Jepang akhirnya hadir di SMA Muhammadiyah 1 Surabaya (Smamsa) dan disambut antusias oleh para guru serta siswa pada Senin (15/9/2025).
Sosok bernama Fujimoto Midori ini datang sebagai bagian dari program Nihongo Partners gelombang 22B Jatim 1.
Nihongo Partners, atau yang biasa dikenal dengan NP adalah program yang mengirimkan warga negara Jepang ke sekolah-sekolah untuk mendukung pembelajaran bahasa Jepang. Program ini telah berjalan selama lebih dari 10 tahun dan telah menjangkau berbagai lembaga pendidikan di negara-negara Asia, termasuk Indonesia.
“Seitotachi ga takusan kotaete kuremashita. Shai na seitotachi deshitaga, chanto sankashite kuremashita. Sugoi desu. Atte ohanashishitai desu. Kono mama ganbatte kudasai. (Banyak siswa yang menjawab dengan bahasa Jepang. Ada siswa yang agak malu, tetapi mereka tetap berpartisipasi dengan baik. Luar biasa hebat! Saya ingin sekali bertemu dan mengobrol dengan mereka. Teruskan semangat belajarmu),” tutur Midori Sensei.
Guru Bahasa Jepang Smamsa, Gendis Tri Hatmanti, S.Pd., menuturkan bahwa kehadiran penutur asli Jepang di Smamsa merupakan wujud komitmen dalam menjalankan program unggulan pembelajaran Bahasa Jepang di sekolah tersebut.
“Kehadiran Midori Sensei merupakan salah satu bentuk komitmen sekolah dalam menghadirkan program unggulan Bahasa Jepang yang berkualitas bagi para siswa. Selain itu, ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk dapat berinteraksi langsung dengan penutur asli Jepang,” ujar Gendis.
Lebih lanjut, guru yang pernah mendapatkan pelatihan mengajar langsung di Jepang ini menjelaskan bahwa Smamsa mendapatkan dukungan dari Japan Foundation melalui program Nihongo Partners untuk mendatangkan penutur asli Jepang yang memiliki keahlian mumpuni.
“Kami sudah beberapa kali menerima bantuan program Nihongo Partners dari Japan Foundation. Alhamdulillah, para penutur asli Jepang yang datang selalu merupakan orang-orang yang kompeten dalam mengenalkan budaya Jepang. Hal ini membuat para siswa merasa nyaman dalam proses pembelajaran,” tambahnya.
Dalam keterangan di laman resminya, The Japan Foundation sebagai penyelenggara program ini menjelaskan bahwa fokus utama pengiriman penutur asli Jepang ke Indonesia adalah ke SMA dan SMK yang mengajarkan bahasa Jepang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments