Semangat kepemimpinan peserta didik tampak nyata di SD Muhammadiyah 16 Surabaya atau Sekolah Kreatif Baratajaya, Senin (20/7/2026). Menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekolah memberikan ruang kepada siswa untuk merancang sekaligus menghias halaman sekolah melalui konsep Student Voice.
Sejak pukul 13.30 WIB, puluhan anggota Student Lighthouse Team (SLhT) bergotong royong memasang berbagai dekorasi di halaman sekolah. Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti, melainkan menjadi sarana bagi siswa untuk belajar memimpin, berkolaborasi, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan sekolah.
Ketua Lighthouse sekaligus Kepala Urusan Sumber Daya Insani (Kaur SDI) Sekolah Kreatif Baratajaya, Maulana Muhammad, ST., S.Pd., mengatakan bahwa sekolah sengaja memberikan kepercayaan kepada siswa agar mereka dapat mengekspresikan ide dan kreativitasnya.
“Hari ini anak-anak Student Lighthouse Team mengadakan kerja bakti menghias halaman sekolah. Tujuannya untuk memeriahkan MPLS sekaligus menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Menurut Maulana, seluruh konsep dekorasi diserahkan kepada para siswa. Guru berperan sebagai pendamping, sedangkan proses perencanaan hingga pelaksanaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab peserta didik.
“Kami mempercayakan siswa untuk menghias halaman sekolah. Mereka kami libatkan secara langsung dan kami dengarkan keinginannya. Pendekatan ini kami kenal sebagai Student Voice, sehingga anak-anak merasa memiliki sekolahnya,” jelasnya.
Kepercayaan tersebut disambut antusias oleh Ketua IPM Kids, Noura Malia. Bersama pengurus lainnya, ia mengoordinasikan pembagian tugas agar proses menghias halaman sekolah berjalan lancar.
“Bersama teman-teman, kami menghias halaman sekolah untuk memeriahkan MPLS adik-adik kelas satu. Kami ingin mereka merasa senang saat pertama kali datang ke sekolah,” kata Noura.
Ia menjelaskan bahwa di Sekolah Kreatif Baratajaya, organisasi IPM Kids dikenal dengan nama Student Lighthouse Team (SLhT).
“SlhT adalah nama IPM Kids di sekolah kami. Kami diajarkan bahwa setiap anak adalah pemimpin, sehingga kami harus berani mengambil tanggung jawab dan menjadi teladan,” tuturnya.
Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, SH., M.Pd., menilai keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata Kurikulum Leader in Me yang diterapkan di sekolah.
“Student Lighthouse Team menjadi wadah bagi peserta didik untuk belajar memimpin melalui pengalaman langsung. Anak-anak tidak hanya menerima materi tentang kepemimpinan, tetapi juga diberi kesempatan mengelola kegiatan, menyampaikan ide, bekerja sama, hingga mengambil keputusan,” ungkap Ely.
Ia menambahkan, budaya kepemimpinan di Sekolah Kreatif Baratajaya dibangun melalui kepercayaan yang diberikan kepada peserta didik.
“Ketika anak diberi ruang untuk menyampaikan gagasan dan dipercaya menjalankannya, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Itulah nilai yang kami bangun melalui Leader in Me,” tambahnya.
Melalui kegiatan menghias halaman sekolah, suasana penyambutan peserta didik baru menjadi semakin semarak. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran karakter yang menumbuhkan kepemimpinan, kreativitas, dan rasa memiliki terhadap sekolah. Dekorasi yang dibuat para siswa menjadi bukti bahwa budaya kepemimpinan di Sekolah Kreatif Baratajaya tumbuh dari partisipasi aktif peserta didik dalam kehidupan sekolah sehari-hari. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments