Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Telusuri Jejak KH Ahmad Dahlan di Ampel, Tim PWMU.CO Bertemu Para Pegiat Sejarah

Iklan Landscape Smamda
Telusuri Jejak KH Ahmad Dahlan di Ampel, Tim PWMU.CO Bertemu Para Pegiat Sejarah
Tim PWMU.CO bersama para pegiat sejarah Surabaya. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Jejak KH. Ahmad Dahlan di Ampel Surabaya ternyata masih menyimpan banyak cerita yang belum banyak diketahui. Berbekal rasa ingin tahu terhadap hubungan pendiri Muhammadiyah itu dengan kawasan Ampel, Tim PWMU.CO menyusuri kampung-kampung lawas hingga bangunan bersejarah, Ahad (21/6/2026).

Perjalanan tersebut bahkan menghadirkan pertemuan tak terduga dengan sejumlah pegiat sejarah yang sama-sama memiliki kepedulian untuk merawat memori Kota Surabaya.

Dipimpin Pemimpin Redaksi PWMU.CO Agus Wahyudi, penelusuran sejarah itu diikuti tiga editor, yakni Muh. Kholid As, Wildan Nanda Rahamatullah, dan Tanwirul Huda. Titik awal perjalanan dimulai dari kawasan Pasar Kambing (Sarkam), salah satu wilayah yang sejak lama menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat Ampel.

Bagi tim kecil ini, perjalanan tersebut bukan sekadar wisata sejarah. Ada ikhtiar untuk merangkai kembali mozaik hubungan KH Ahmad Dahlan dengan Ampel, kawasan yang sejak dahulu dikenal sebagai pusat perdagangan, pendidikan, dan pergerakan Islam di Surabaya.

Langkah demi langkah membawa rombongan memasuki kampung-kampung tua yang masih menyimpan jejak masa silam. Mereka menyusuri Ampel Kesumba Pasar, Ampel Kejeron, Petukangan, serta sejumlah gang sempit yang sarat dengan cerita.

Rumah-rumah lawas berdiri berdampingan dengan bangunan modern. Aroma rempah dan aneka kuliner khas Timur Tengah sesekali tercium dari sudut-sudut kampung. Sejak berabad-abad lalu, Ampel memang dikenal sebagai titik pertemuan berbagai etnis dan budaya.

Bagi warga Muhammadiyah, kawasan ini memiliki makna tersendiri. Selain menjadi pusat penyebaran Islam sejak masa Sunan Ampel, wilayah ini juga menyimpan jejak interaksi para tokoh pembaru Islam pada awal abad ke-20, termasuk KH Ahmad Dahlan.

Setiap lorong yang dilalui seolah menghidupkan kembali bayangan tentang para ulama, saudagar, dan aktivis Islam yang dahulu menjalin jaringan dakwah dan pendidikan. Di Ampel, sejarah seakan tidak pernah benar-benar pergi. Ia hidup bersama denyut kehidupan masyarakatnya.

Telusuri Jejak KH Ahmad Dahlan di Ampel, Tim PWMU.CO Bertemu Para Pegiat Sejarah
Tim PWMU.CO berdiskusi dengan pegiat sejarah di depan Masjid Serang. Foto: Istimewa

Masjid Taqwa dan Langgar Gipo

Penelusuran berakhir di dua bangunan bersejarah yang sangat dikenal masyarakat Ampel, yakni Masjid Taqwa dan Langgar Gipo. Keduanya sama-sama berada di Jalan Kalimas Udik dan menjadi saksi perjalanan tokoh-tokoh besar Islam di Surabaya.

Masjid Taqwa didirikan KH Mas Mansur, tokoh Muhammadiyah sekaligus anggota Empat Serangkai pada masa pergerakan nasional. Sementara Langgar Gipo merupakan peninggalan Hasan Gipo, Ketua Umum PBNU pertama.

Menariknya, kedua tokoh tersebut masih memiliki hubungan kekerabatan. Kehadiran Masjid Taqwa dan Langgar Gipo seolah menjadi simbol eratnya jejaring ulama dan tokoh pergerakan Islam.

Perjalanan pulang justru menghadirkan kejutan yang tidak direncanakan. Saat melintasi Masjid Serang, Tim PWMU.CO bertemu sejumlah pegiat sejarah yang ternyata juga sedang menelusuri kawasan Ampel.

Mereka adalah Toufan Hidayat, pemandu wisata sejarah bersertifikat Pemerintah Kota Surabaya, Shohibuddin Qhadir, Ketua Pabean Heritage, serta Mak Ririe, aktivis perempuan sekaligus penggerak UMKM.

SMPM 5 Pucang SBY

“Waduh, kok saya tidak dihubungi. Kalau begitu saya bisa ikut,” ujar Shohibuddin, alumni SD Mufidah, sekolah yang didirikan KH. Mas Mansur.

“Aku yo gelem lek dikabari,” timpal Toufan Hidayat yang juga aktif di komunitas Begandring Soerabaia.

Ucapan itu disambut hangat oleh Agus Wahyudi.

“Acaranya mendadak. Kebetulan Ahad ini kosong, ya kita jalan saja,” ujarnya.

Sapaan singkat itu kemudian berkembang menjadi diskusi hangat di depan Masjid Serang yang siang itu tampak lengang.

Dalam perbincangan tersebut, Shohibuddin mengangkat nama Kiai Habib, sosok ulama yang disebut memiliki kedekatan dengan KH Ahmad Dahlan.

“Sosok Kiai Habib ini sangat menarik ditelisik. Saya bisa mengantarkan kalau ingin menelusurinya,” katanya.

Mendengar hal itu, Muh. Kholid As menyambut antusias. Ia mengaku pernah menemukan nama tersebut dalam sejumlah catatan sejarah yang diketahuinya.

“Oke, insya Allah kita lanjutkan. Sesegera mungkin,” ujar alumnus Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki tersebut.

Di bawah naungan bangunan tua dan suasana jalan yang relatif lengang, para pencinta sejarah berbagi cerita tentang perkembangan kawasan Ampel, bangunan-bangunan bersejarah yang masih bertahan, hingga pentingnya menjaga memori kolektif masyarakat Surabaya.

Penelusuran yang dilakukan Tim PWMU.CO ini, bukan sekadar perjalanan jurnalistik. Tapi menjadi ikhtiar kecil untuk merawat ingatan tentang para tokoh besar yang pernah memberi warna bagi perjalanan Islam dan bangsa Indonesia. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 21/06/2026 16:51
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu