Suasana pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 1 Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, tampak berbeda pada Jumat (28/8/2026).
Siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran melalui media interaktif yang diterapkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Program tersebut dilaksanakan dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Dinda dan Bella, pada kelas 2 dan kelas 4. Kegiatan dirancang dengan menyesuaikan karakteristik masing-masing jenjang.
Tiga media utama yang digunakan dalam pembelajaran tersebut adalah PowerPoint (PPT) interaktif, kuis menggunakan Wordwall, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dikemas secara menarik.
PPT interaktif digunakan untuk menyampaikan materi melalui gambar dan video. Sementara itu, kuis Wordwall menjadi sarana untuk menguji pemahaman siswa dengan cara yang menyenangkan.
Adapun LKPD digunakan untuk membantu siswa mengerjakan latihan secara mandiri maupun berkelompok.
Pembelajaran juga memanfaatkan TV Digital Board Merah Putih yang tersedia di sekolah. Media tersebut digunakan untuk menampilkan materi dan kuis secara langsung sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih interaktif.
Dinda menjelaskan, pemilihan media pembelajaran tersebut disesuaikan dengan karakteristik siswa.
“Kami sengaja memilih PPT interaktif, kuis, dan LKPD yang menarik karena anak-anak lebih mudah memahami materi ketika belajar sambil melihat gambar dan ikut bermain,” ujar Dinda.
Bella juga menjelaskan bahwa media pembelajaran disesuaikan dengan jenjang kelas.
“Kalau di kelas 2 kami buat lebih sederhana dan penuh warna, sedangkan di kelas 4 kuis dan LKPD-nya kami buat sedikit menantang,” katanya.
Penerapan media interaktif tersebut mendapat respons positif dari siswa. Salah seorang siswa kelas 2, Aisyah, mengaku senang mengikuti pembelajaran PAI dengan metode tersebut.
“Aku suka pelajaran agama sekarang, soalnya ada kuisnya, jadi kayak main tapi belajar,” ujarnya.
Penggunaan media visual, kuis, dan aktivitas melalui LKPD membuat siswa tidak hanya menerima materi secara pasif. Mereka juga diberi kesempatan untuk berinteraksi, menjawab pertanyaan, serta mengerjakan latihan secara mandiri maupun bersama teman.
Guru PAI SDN 1 Kupang, Ibu Ilmi, berharap metode pembelajaran interaktif dapat terus dikembangkan sebagai alternatif pembelajaran yang menarik dan melibatkan siswa secara aktif.
“Penggunaan media pembelajaran interaktif seperti ini bisa menjadi alternatif yang menarik dalam pembelajaran. Tentunya ini bisa menjadi masukan yang baik untuk dikembangkan dalam pembelajaran selanjutnya,” ungkapnya.
Dinda dan Bella berharap media pembelajaran yang diperkenalkan selama pelaksanaan KKN tersebut dapat terus dimanfaatkan setelah program berakhir.
Dengan demikian, pengalaman yang diberikan mahasiswa KKN tidak hanya menjadi kegiatan sementara, tetapi juga dapat memberikan inspirasi bagi pengembangan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik siswa.





0 Tanggapan
Empty Comments