Tokoh Muhammadiyah Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Drs. H. Sujudna, wafat pada Rabu (5/8/2026) pukul 02.00 WIB di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan dalam usia 68 tahun. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Islam Mantup, Kabupaten Lamongan.
Semasa hidupnya, Drs. H. Sujudna dikenal aktif dalam berbagai kegiatan dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat melalui Persyarikatan Muhammadiyah. Ia menjabat sebagai Ketua LAZISMU Kabupaten Lamongan serta mengemban amanah di Bidang Dakwah KB PII Lamongan.
Selain itu, almarhum menjadi salah satu tokoh yang berperan dalam pengembangan Muhammadiyah di Kecamatan Mantup. Kiprahnya juga tercatat melalui kepemimpinannya sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mantup selama lima periode berturut-turut, sejak 1991 hingga 2024.
Selama memimpin PCM Mantup, berbagai amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial terus berkembang. Drs. H. Sujudna juga turut merintis berdirinya Pondok Pesantren Goa Landak Muhammadiyah Mantup yang kini menjadi salah satu lembaga pendidikan Muhammadiyah di wilayah tersebut.
Muhammad Wahid, S.Pd.I., Gr., M.Pd., Mudir Ma’had Al Muttaqin Blimbing, mengatakan bahwa almarhum merupakan sosok yang memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan dakwah dan pendidikan Muhammadiyah. Menurutnya, semangat tersebut tetap terlihat hingga menjelang akhir hayatnya.
“Beliau memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan Muhammadiyah. Tidak lama sebelum wafat, beliau masih mengajak saya berdiskusi mengenai pengembangan Pondok Pesantren Goa Landak Muhammadiyah Mantup serta menyampaikan harapannya agar semakin banyak kader yang ikut mengabdi,” ujar Muhammad Wahid.
Ia menambahkan, almarhum juga dikenal sebagai pribadi yang terbuka dalam berdiskusi dan aktif membangun komunikasi dengan berbagai kalangan demi mendukung kemajuan dakwah Muhammadiyah di Mantup.
“Di tengah kesibukan dan usia yang tidak lagi muda, beliau tetap memiliki semangat untuk memikirkan keberlanjutan dakwah dan pendidikan. Hal itu menjadi teladan bagi kami untuk melanjutkan perjuangan yang telah beliau rintis,” katanya.
Menurut Muhammad Wahid, kepemimpinan Drs. H. Sujudna selama lebih dari tiga dekade memberikan kontribusi terhadap perkembangan Muhammadiyah di Mantup, baik melalui penguatan organisasi, pengembangan lembaga pendidikan, maupun pelayanan sosial kepada masyarakat.
Ia berharap semangat pengabdian yang ditunjukkan almarhum dapat diteruskan oleh kader-kader Muhammadiyah, khususnya generasi muda, melalui berbagai bidang pengabdian di tengah masyarakat.
Muhammad Wahid juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya Drs. H. Sujudna. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta memberikan kesabaran dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” tuturnya.
Kepergian Drs. H. Sujudna menambah daftar tokoh Muhammadiyah yang telah berpulang. Kiprah dan dedikasinya selama puluhan tahun dalam bidang dakwah, pendidikan, serta pelayanan sosial menjadi bagian dari perjalanan Muhammadiyah di Kecamatan Mantup dan Kabupaten Lamongan.





0 Tanggapan
Empty Comments