SMA Muhammadiyah 6 Karangasem (Smamusix) Paciran menutup rangkaian Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) 2026 dengan simulasi penanggulangan kebakaran bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Paciran, Ahad (19/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut menjadi pembelajaran kesiapsiagaan bagi para siswa baru sekaligus penutup rangkaian pembinaan kader yang berlangsung selama dua hari.
Kolaborasi dengan Damkar menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter sekaligus memberikan bekal mitigasi bencana kepada peserta didik baru. Selain mengikuti seremoni penutupan, para peserta memperoleh pengalaman langsung menghadapi situasi darurat melalui simulasi kebakaran.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 6 Karangasem, Aam, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar Fortasi tidak sekadar menjadi agenda pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan yang bermanfaat.
“Melalui kegiatan bersama Damkar ini, siswa belajar tentang kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama. Harapannya mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menghadapi situasi darurat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan penyampaian materi oleh petugas Damkar mengenai penyebab dan jenis kebakaran, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), prosedur evakuasi saat terjadi kebakaran, serta langkah awal yang harus dilakukan ketika menemukan titik api.
Setelah sesi teori, peserta diajak mengikuti simulasi pemadaman kebakaran. Mereka bergantian memegang selang bertekanan tinggi untuk memadamkan api yang telah disiapkan petugas sebagai media latihan. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka berbaris rapi menunggu giliran sambil menyaksikan teman-temannya mencoba memadamkan api.
Sekretaris Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Smamusix, Hani, menjelaskan bahwa simulasi bersama Damkar sengaja dipilih agar penutupan Fortasi memberikan pengalaman yang berbeda.
“Kami ingin Fortasi tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan ilmu yang bermanfaat. Melalui simulasi ini, siswa belajar keberanian, kerja sama, sekaligus memahami langkah-langkah menghadapi kebakaran,” katanya.
Suasana halaman sekolah semakin semarak ketika para peserta mulai mempraktikkan teknik pemadaman api. Sorak sorai dan tepuk tangan terdengar setiap kali peserta berhasil mengendalikan semburan air menuju titik api. Beberapa siswa bahkan rela basah kuyup demi merasakan pengalaman tersebut secara langsung.
Salah seorang peserta Fortasi, Rizky, mengaku kegiatan simulasi kebakaran menjadi pengalaman paling berkesan selama mengikuti Fortasi.
“Awalnya saya takut memegang selang karena tekanannya cukup besar. Setelah mencoba ternyata seru, dan sekarang saya jadi tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran,” ungkapnya.
Sebagai penutup, pihak sekolah menyerahkan piagam penghargaan kepada petugas Damkar Kecamatan Paciran sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam memberikan edukasi kepada peserta didik. Acara kemudian dilanjutkan dengan foto bersama serta pengumuman peserta Fortasi terbaik.
Melalui penutupan Fortasi yang dikemas dalam simulasi kebencanaan tersebut, SMA Muhammadiyah 6 Karangasem berharap peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki keterampilan dasar menghadapi situasi darurat. Sejalan dengan nilai ADIKARA, sekolah berkomitmen membentuk kader IPM yang Aktif, Disiplin, Kreatif, Amanah, dan Responsif, sehingga mampu memberi manfaat bagi masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments