Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wajib Dwijo Atmojo, Anak Panah Muhammadiyah di Magetan

Iklan Landscape Smamda
Wajib Dwijo Atmojo, Anak Panah Muhammadiyah di Magetan
PWMU.CO berfoto bersama dengan putri keempat Wajib Dwijo Atmojo, Siti Zubaidah (Foto: Samsul Hidayat/PWMU.CO)

Keberadaan program Anak Panah Muhammadiyah pada periode Ketua (Umum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah K.H. Ibrahim (1923-1932), sangat terasa di berbagai daerah. Di Magetan, awal mula pendirian berbagai amal usaha Muhammadiyah, banyak melibatkan para anak panah itu. Salah satunya di Barat dan Gorang Gareng, Magetan.

Jejak perjalanan sejarah Muhammadiyah Magetan dapat ditelusuri dari bumi Gorang Gareng, Kawedanan. Di desa ini, pada tahun 1940, berdiri Sekolah Rakyat (HIS) II Moehammadijah yang dirintis oleh tokoh bernama Wajib Dwijo Atmojo.

HIS II Muhammadiyah itu setara sekolah dasar. Lokasi tepatnya persis berada di depan pasar. Tidak jauh masuk gang sebelum pabrik gula Redjosari Magetan. Tempatnya saat ini merupakan kompleks perumahan perguruan Islam, Pesantren Sabilil Muttaqin (PSM).

Wajib Dwijo Atmojo pria asli Suronatan, Yogyakarta. Sebelumnya, dia mendapat bekal ilmu agama dari Madrasah Muallimin Yogyakarta. Dengan membawa paham Muhammadiyah, dia masuk ke Magetan melalui Barat pada akhir tahun 1930-an. Di Barat, Wajib berhasil mendirikan HIS II Moehammadijah.

Pria berputera enam ini mendapat perintah langsung dari Pengurus Besar Muhammadiyah Yogyakarta.

“Bapak mendapat perintah dan mendapat surat tugas langsung dari Pengurus Besar Muhammadiyah di Yogyakarta,” jelas anak kandung nomor empat dari Wajib Dwijo Atmojo, Siti Zubaidah pada Sabtu, 19 Maret 2022 silam.

Tugas hijrah ke Magetan oleh Pimpinan Pusat ke Magetan ini tidak hanya seorang diri Wajib Dwijo Atmojo. Dia diutus dengan salah satu koleganya yang bernama Kusmen untuk menjadi guru di HIS II di Barat.

SMPM 5 Pucang SBY

“Bapak datang ke Barat bersama Pak Kusmen menjadi guru di Sekolah Moehammadijah HIS II di Barat akhir tahun 1930 sampai tuntas. Terus Bapak pindah di Gorang-Gareng sekitar tahun 1940,” terang Siti Zubaidah.

Keberadaan HIS II Muhammadiyah Gorang Gareng, Kawedanan diperkuat penuturan tokoh Muhammadiyah, Muchsin. Pria asli Ngariboyo Magetan bercerita bahwa Wadjib mendirikan HIS Muhammadiyah di Gorang Gareng sekitar 1940-an.

“Sekolah Muhammadiyah itu setara sekolah dasar, berlokasi di depan pasar. Tidak jauh masuk gang sebelum pabrik gula Redjosari,” katanya kepada PWMU.CO  saat ditemui di kediamannya pada Selasa, 31 Agustus 2021.

Muchsin juga menyampaikan bahwa setelah dari Gorang-gareng, Wajib Dwijo Atmojo berpindah ke Magetan kota. Dan lagi-lagi, dia merintis berdirinya SMP Muhammadiyah pada tahun 1950. Sekolah ini bertempat di Jl. Imam Bonjol Magetan.

Anak panah Muhammadiyah sendiri merujuk para kader-kader muda pilihan yang digembleng di Yogyakarta. Mereka adalah para kader muda pilihan yang dididik secara khusus di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah dan/atau Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah di Yogyakarta. Mereka sengaja dikirim ke berbagai penjuru daerah di Indonesia sebagai juru dakwah atau mubaligh.

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 03/07/2026 20:48
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu