Sebanyak 17 dari 30 anggota Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan mengikuti rapat rutin majelis pada Jumat (3/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room Gedung Dakwah PDM Lamongan tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan langkah strategis menjelang di mulainya Tahun Ajaran 2026/2027.
Meski merupakan agenda rutin, rapat kali ini memiliki beberapa fokus pembahasan penting, yaitu: (1) evaluasi pelaksanaan Tahun Ajaran 2025/2026, (2) persiapan Workshop dan Rapat Koordinasi Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Lamongan, serta (3) persiapan pelaksanaan Muhammadiyah Education (ME) Awards.
Dalam sesi evaluasi, anggota Majelis yang sekaligus bertindak sebagai pengawas sekolah melaporkan hasil monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan sumatif akhir jenjang (PSAJ) dan penilaian sumatif akhir tahun (PSAT) semester genap 25/26 di jenjang menengah pertama (SMP dan MTs) dan jenjang menengah atas (SMA/SMK/MA).
Dari monev tersebut dapat dibaca progres di bidang manajemen, administrasi, keuangan dan prospek siswa baru. Bervariasi memang, ada sekolah yang masuk katagori sangat baik (sehat), baik dan sedang.
Selain itu, rapat juga menelaah berbagai program yang telah dilaksanakan selama Tahun Ajaran 2025/2026, mulai dari capaian program, kendala yang dihadapi, hingga rekomendasi perbaikan sebagai bekal memasuki tahun ajaran baru 2026/2027.
Sementara itu, pembahasan persiapan Workshop dan Rakor Kepala Sekolah/Madrasah ke Batu difokuskan pada finalisasi peserta, materi kegiatan, narasumber, serta teknis pelaksanaan agar kegiatan tersebut mampu memperkuat sinergi dan meningkatkan mutu pengelolaan sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Kabupaten Lamongan.
Dari finalisasi akhir ini muncul jumlah peserta sebanyak 234 bapak-ibu kepala sekolah/madratsah, ketua majelis dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) serta anggota majelis dikdasmen Daerah.
Demikian skema pemberangkatan di urai oleh Achmad El Hanif, sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF, yakni: 2 minibus armada minibus diperuntukan anggota majelis dan eksekutif PDM. Kemudian Bus 1 dan 2 berangkat dari depan GDM Brondong dan Masjid At-Taqwa Paciran.
Sementara Bus 3 menungu peserta di Babat dan Bus 4 ngetem di halaman parkir Masjid As-syifa’ RSM Lamongan, sekaligus sebagai titik kumpul semua armada sebelum berangkat ke Batu.
Rapat juga membahas persiapan ME Awards, sebagai bentuk apresiasi kepada sekolah, madrasah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan pihak-pihak yang telah menunjukkan dedikasi serta prestasi dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah.
Melalui rapat rutin ini, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Lamongan berharap seluruh agenda yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Lamongan.
Evaluasi Menjadi Bahan Refleksi
Dalam sambutannya, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Lamongan, M. Said, M.Pd., menegaskan bahwa evaluasi pelaksanaan Tahun Ajaran 2025/2026 merupakan langkah penting untuk mengukur capaian program sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki.
“Evaluasi bukan sekadar melihat apa yang telah dilakukan, tetapi menjadi bahan refleksi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah dan madrasah Muhammadiyah pada tahun ajaran berikutnya,” ujarnya.
M. Said juga mengingatkan seluruh anggota majelis agar mendorong sekolah dan madrasah Muhammadiyah mempersiapkan diri secara optimal dalam menghadapi ME Awards.
Menurutnya, ajang tersebut bukan semata-mata kompetisi, melainkan momentum untuk menampilkan berbagai inovasi, prestasi, dan praktik baik yang telah dikembangkan oleh sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
Ia berharap setiap sekolah dan madrasah dapat melakukan pembenahan administrasi, melengkapi dokumen pendukung, serta menyiapkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan sehingga mampu berpartisipasi secara maksimal dan mengharumkan nama Muhammadiyah Kabupaten Lamongan pada ajang ME Awards.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments