Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bahas Program KIP Kuliah, Anggota DPR RI Komisi X Kunjungi Umsida

Iklan Landscape Smamda
Bahas Program KIP Kuliah, Anggota DPR RI Komisi X Kunjungi Umsida
Bahas Program KIP Kuliah, Anggota DPR RI Komisi X Kunjungi Umsida
pwmu.co -

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menerima kunjungan kerja Anggota DPR RI Komisi X dalam rangka memperkuat sinergi pendidikan tinggi, khususnya terkait program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), Selasa (5/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, hadir Dr Reni Astuti SSi MPSDM selaku Anggota DPR RI Komisi X sekaligus anggota Badan Legislasi DPR RI Fraksi PKS, didampingi tim tenaga ahli dan staf pendukung. Kegiatan ini disambut oleh jajaran pimpinan rektorat, dekan, serta Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Umsida.

Agenda kunjungan difokuskan pada penguatan program KIP Kuliah sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi.

Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh MSi, memaparkan kondisi dan perkembangan kampus, khususnya terkait akses pendidikan. Ia menjelaskan bahwa Umsida saat ini memiliki sekitar 11.500 mahasiswa setiap tahunnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, latar belakang mahasiswa sangat beragam, dengan dominasi dari kalangan menengah serta sebagian berasal dari kelompok kurang mampu.

“Mahasiswa yang berasal dari kelompok kurang mampu ini tentu menjadi perhatian kami. Salah satunya melalui program beasiswa, termasuk KIP Kuliah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa setiap tahun jumlah pendaftar KIP Kuliah di Umsida mencapai 500 hingga 600 mahasiswa, sementara kuota yang tersedia hanya sekitar 200 penerima.

Sebagai solusi, Umsida menyediakan alternatif beasiswa lain seperti beasiswa prestasi, tahfidz, serta bantuan pendidikan melalui skema potongan biaya. Namun demikian, ia menegaskan bahwa skema tersebut belum sepenuhnya setara dengan program KIP Kuliah.

“Bukan berarti masyarakat miskin semakin banyak, tetapi keinginan masyarakat kurang mampu untuk kuliah itu yang semakin meningkat,” jelasnya.

Di sisi lain, capaian akademik mahasiswa penerima KIP Kuliah di Umsida tergolong baik. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mencapai 3,63, bahkan terdapat mahasiswa yang hampir meraih IPK sempurna. Hal ini menunjukkan bahwa program KIP Kuliah tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas akademik.

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam kesempatan yang sama, Reni menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari agenda reses untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

“Kami hadir untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan informasi terkait program-program pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan Kemdiktisaintek,” ujarnya.

Menanggapi kebutuhan tambahan kuota KIP Kuliah, ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan karena harus dibagi ke berbagai perguruan tinggi. Meski demikian, ia menyampaikan komitmennya untuk tetap memberikan dukungan bagi Umsida.

“InsyaAllah kami membawa sekitar 50 kuota KIP Kuliah. Mudah-mudahan bisa membantu memenuhi kebutuhan yang masih kurang,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah memiliki perhatian besar terhadap mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan tinggi tanpa terhalang faktor ekonomi.

Ke depan, ia berharap informasi terkait KIP Kuliah dapat disampaikan lebih awal sebelum tahun ajaran baru, sehingga siswa lulusan SMA dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Kegiatan ini juga diakhiri dengan sesi dialog dan tanya jawab, yang memungkinkan mahasiswa dan civitas akademika Umsida menyampaikan aspirasi secara langsung.

Revisi Oleh:
  • Satria - 05/05/2026 20:03
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu