Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

“Bahasa Dunia”, Cara Kelas 8I SMP Muhammadiyah 12 Paciran Rayakan Keberagaman

Iklan Landscape Smamda
“Bahasa Dunia”, Cara Kelas 8I SMP Muhammadiyah 12 Paciran Rayakan Keberagaman
Kelas 8-I Tampikan bahasa dunia di karnaval HUT ke-81 RI dan Dasawarsa ke-4 Al-Ishlah Sendangagung, Kamis 27 Agustus 2026 (Media Spemudas/PWMU.CO).
pwmu.co -

Kelas 8-I SMP Muhammadiyah 12 Paciran membawa pesan keberagaman dan persaudaraan melalui tema “Bahasa Dunia” dalam Karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan 40 Tahun Al-Ishlah, Kamis (27/8/2026).

Dalam karnaval tersebut, siswa kelas 8I menampilkan beragam kostum yang merepresentasikan kekayaan budaya, mulai dari busana adat Jawa hingga pakaian bernuansa Timur Tengah. Sejumlah siswa mengenakan busana adat Jawa lengkap dengan mahkota, sementara lainnya tampil dengan gamis, jilbab putih, dan keffiyeh.

Mereka juga membawa spanduk bertuliskan “Kelas 8I Bahasa Dunia” serta poster “Mahfudzat Bahasa Dunia” sebagai bagian dari konsep penampilan yang diusung dalam karnaval.

Karnaval tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus 40 tahun Al-Ishlah. Melalui tema “Bahasa Dunia”, siswa diajak menyampaikan pesan bahwa keberagaman bahasa dan budaya dapat menjadi ruang untuk membangun persaudaraan.

Wali Kelas 8I, Aris, mengatakan konsep tersebut tidak sekadar diwujudkan melalui kostum dan atribut yang dikenakan siswa. Menurutnya, keberagaman bahasa dan budaya dapat menjadi jembatan untuk mengenal perbedaan sekaligus menemukan nilai kemanusiaan yang sama.

“Dalam keanekaragaman lidah dan aksara, dunia berbicara dalam ribuan nada, namun menyanyikan satu irama yang sama: kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, karnaval menjadi ruang bagi siswa untuk menyampaikan gagasan melalui kreativitas. Penampilan tersebut juga dikaitkan dengan perjalanan Al-Ishlah yang memasuki usia 40 tahun.

“Karnaval kita hari ini bukan sekadar barisan kostum dan warna-warni bendera. Ini adalah panggung tempat bahasa-bahasa dunia saling bertegur sapa, ini sejalan dengan misi Al-Ishlah dalam usianya yang ke-40 tahun,” imbuhnya.

Bahasa sebagai Jembatan Keberagaman

Menurut Aris, keberagaman bahasa tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan masyarakat yang menggunakannya. Bahasa menyimpan pengalaman, nilai, serta identitas yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Karena itu, pengenalan terhadap berbagai bahasa dan budaya kepada siswa dapat menjadi bagian dari pembelajaran untuk menghargai perbedaan. Melalui karnaval, pesan tersebut disampaikan dalam bentuk yang dekat dengan dunia siswa, yakni kreativitas, kostum, dan kebersamaan.

“Bahasa bukan sekadar deretan huruf di atas kertas. Bahasa adalah detak jantung kebudayaan, ruang simpan bagi memori, dan kompas bagi masa depan,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong siswa untuk tidak melihat perbedaan sebagai batas dalam berinteraksi. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kesempatan untuk saling mengenal dan membangun hubungan yang lebih baik.

Aris juga mengajak siswa untuk memaknai bahasa secara lebih luas, bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi sebagai sarana untuk membangun persaudaraan.

“Sebab di balik setiap perbedaan tutur kata, kita semua sejatinya sedang menuturkan bahasa yang paling murni: bahasa persaudaraan, cinta, dan perdamaian.”

Melalui konsep “Bahasa Dunia”, siswa kelas 8I SMP Muhammadiyah 12 Paciran tidak hanya mengikuti kemeriahan karnaval, tetapi juga belajar menyampaikan pesan tentang keberagaman, persaudaraan, dan penghargaan terhadap perbedaan melalui kreativitas.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan 40 tahun Al-Ishlah yang diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar bagi siswa tentang pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 28/08/2026 14:01
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu