Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bukan Sekadar Membersihkan, Tim Cleaning Service SD Mumtaz Dibekali Keterampilan Profesional

Iklan Landscape Smamda
Bukan Sekadar Membersihkan, Tim Cleaning Service SD Mumtaz Dibekali Keterampilan Profesional
Deki Purnama menjelaskan materi kepada CS SD Mumtaz (Laela Fauziah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Puluhan petugas cleaning service SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz) mengikuti Pelatihan Basic Housekeeping/Cleaning Service, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–12.00 WIB ini menjadi sarana meningkatkan keterampilan sekaligus membangun sikap profesional dalam menjalankan tugas.

Pelatihan menghadirkan Deki Permana dari Vente Management sebagai narasumber. Peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang teknik menjaga kebersihan, tetapi juga memahami pentingnya pengetahuan, ketelitian, kedisiplinan, keselamatan, dan tanggung jawab dalam pekerjaan cleaning service.

Pentingnya Professional Worker

Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah pentingnya menjadi professional worker. Deki mengajak peserta melihat pekerjaan cleaning service sebagai bagian dari pelayanan sekolah.

“Mengapa professional worker itu penting? Karena menjadi simbol pelayanan, citra sekolah, kesan pertama wali murid, dan kepercayaan wali murid,” tuturnya.

Menurutnya, petugas cleaning service merupakan salah satu bagian dari wajah sekolah. Lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman dapat memberikan kesan positif bagi siswa, guru, wali murid, maupun tamu.

Karena itu, pekerjaan membersihkan lingkungan sekolah tidak cukup dilakukan sekadar untuk menyelesaikan kewajiban. Setiap petugas perlu memahami standar pelayanan dan tanggung jawab dalam pekerjaannya.

Bersih Harus Aman

Peserta juga mendapatkan materi tentang SOP serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kebersihan dan keselamatan menjadi dua hal yang harus berjalan beriringan.

Petugas perlu memahami penggunaan alat, bahan, dan chemical secara tepat, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai jenis pekerjaan.

Contohnya ketika melakukan mopping atau mengepel lantai. Lantai yang baru dibersihkan masih basah dan berpotensi menyebabkan orang terpeleset. Karena itu, penggunaan warning sign menjadi bagian penting dari prosedur kerja.

SMPM 5 Pucang SBY

Peserta juga diajarkan membedakan peralatan atau kain pembersih berdasarkan area. Peralatan yang digunakan untuk membersihkan toilet tidak digunakan untuk area lain guna menjaga kebersihan dan mencegah kontaminasi silang.

Mengenal Lima Basic Housekeeping

Dalam pelatihan, peserta dikenalkan dengan istilah dasar housekeeping, seperti consumable, machine, equipment, dan chemical. Mereka juga mempelajari lima dasar pekerjaan housekeeping, yaitu dusting, sweeping, mopping, glass cleaning, dan toilet cleaning.

Setelah materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung. Peserta mempraktikkan penggunaan peralatan, teknik membersihkan berbagai permukaan, serta penerapan prosedur keselamatan kerja.

Salah satu peserta, Yeti Karnadi Putri, mengaku memperoleh pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan.

“Alhamdulillah, hari ini dapat ilmu baru yang besok Senin langsung saya praktikkan,” ujarnya.

Bagi Yeti, pelatihan tersebut tidak sekadar menambah pengetahuan, tetapi memberikan bekal yang dapat langsung diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, SD Mumtaz menegaskan bahwa menjaga kebersihan membutuhkan ilmu, standar, dan tanggung jawab. Petugas cleaning service tidak hanya dituntut mampu membuat lingkungan bersih, tetapi juga bekerja sesuai SOP, menjaga keselamatan, menggunakan peralatan dengan tepat, dan memberikan pelayanan secara profesional. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 19/09/2026 21:53
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu