Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dimulai pada Senin (13/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 18 Juli 2026 ini terasa istimewa dengan hadirnya Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) periode 2023–2025, R. Riandy Prawita Putra, sebagai pemateri utama.
Kehadiran Ketua Umum PP IPM memberikan motivasi kepada ratusan siswa baru Spemma Surabaya yang mengikuti Fortasi sebagai gerbang awal memasuki dunia pendidikan menengah.
Dalam sesi wawancara, Riandy menyampaikan apresiasi atas konsistensi Spemma Surabaya yang terus menghadirkan kegiatan Fortasi secara kreatif dan inovatif setiap tahunnya.
Dalam materinya, Riandy Prawita Putra menegaskan bahwa masa transisi dari sekolah dasar menuju sekolah menengah merupakan momentum penting untuk membentuk karakter peserta didik.
Menurutnya, Fortasi tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi langkah awal dalam menanamkan nilai-nilai dasar pelajar Muhammadiyah yang inklusif, kreatif, dan berakhlak mulia.
“Fortasi adalah gerbang awal bagi adik-adik kita untuk mengenal indahnya ber-Muhammadiyah. Di sinilah tempat mereka mulai diajarkan untuk berpikir kritis, kreatif, namun tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman yang kuat,” ujarnya.
Ia juga mengajak para siswa baru memanfaatkan masa belajar di Spemma Surabaya sebaik mungkin. Selain berprestasi secara akademik, siswa didorong aktif mengembangkan kemampuan nonakademik melalui organisasi, khususnya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Riandy berharap dari Spemma Surabaya akan lahir kader-kader muda yang mampu menjadi pemimpin masa depan sekaligus membawa perubahan positif bagi masyarakat dan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Saya berharap adik-adik di Spemma Surabaya ini kelak menjadi kader yang tidak hanya cerdas di kelas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Jadilah pelajar berkemajuan yang membanggakan orang tua, sekolah, dan bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, Misbach Noehruddin, S.Si., M.M., menjelaskan bahwa Fortasi bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga momentum untuk membangun karakter, menanamkan nilai-nilai keislaman, dan mempersiapkan mental siswa memasuki masa remaja.
”Fortasi ini menjadi jembatan awal bagi para siswa baru untuk beradaptasi. Kami ingin memastikan mereka tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga mulai memahami kultur belajar di Spemma yang menekankan pada keseimbangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan akhlakul karimah,” ujarnya.
Sebanyak 232 siswa baru akan mengikuti berbagai materi selama pelaksanaan Fortasi. Materi tersebut meliputi keorganisasian Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), pembiasaan ibadah praktis, pengembangan potensi diri, hingga motivasi belajar.
Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif, sekolah berharap seluruh peserta Fortasi mampu beradaptasi dengan cepat, menemukan minat dan bakatnya, serta siap mengukir prestasi bersama keluarga besar Spemma Surabaya.





0 Tanggapan
Empty Comments