Kepala Urusan Kurikulum SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya, Anisa Herawati, resmi diwisuda setelah berhasil menyelesaikan studi pascasarjana Pendidikan Agama Islam tepat waktu pada Sabtu (25/10/2025).
Hal tersebut membuktikan bahwa SD Musix memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kualitas dan kualifikasi akademiknya.
Selain itu, SD Musix juga menyediakan program beasiswa bagi mereka yang memenuhi persyaratan.
Kepala Sekolah SD Musix, Munahar, S.H.I., M.Pd., menyampaikan bahwa saat ini sudah ada tiga guru SD Musix yang telah menyelesaikan studi pascasarjana, sementara dua orang lainnya masih menempuh pendidikan.
“Saat ini sudah ada tiga guru SD Musix yang telah menyelesaikan studi pascasarjana dan dua orang lainnya sedang menempuh pendidikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pada hari itu Anisa Herawati dikukuhkan sebagai Magister Pendidikan setelah berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu.
“Hari ini, Anisa Herawati dikukuhkan sebagai Magister Pendidikan setelah berhasil menempuh studinya dengan tepat waktu. Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi rekan-rekan lainnya untuk terus mengembangkan profesionalisme,” tuturnya.
Sebelum prosesi wisuda, Anisa Herawati, telah menerima banyak ucapan selamat dari sahabat dan kerabat. Ucapan penuh kebanggaan juga datang dari para guru dan karyawan SD Musix yang turut menyebarkan kabar bahagia ini melalui unggahan status dan flyer ucapan selamat.
Sebagai bentuk dukungan dan ungkapan kebahagiaan atas pencapaian guru kelas 3-ICP tersebut, Kaur Kesiswaan SD Musix, Hidayatunni’mah, S.Ag., M.Pd., bersama salah satu guru Bahasa Jawa, Ninik Nurfarida, S.Pd., secara diam-diam menghadiri acara pengukuhan yang digelar di Dyandra Convention Center, Gramedia Basuki Rahmat, Surabaya.
Ida, yang akrab disapa Hidayatunni’mah, mengucapkan selamat dan berharap agar ilmu yang diperoleh dapat membawa berkah serta bermanfaat bagi SD Musix.
“Selamat, ya. Semoga ilmunya berkah dan bermanfaat bagi SD Musix,” ucapnya sambil menyerahkan florist berwarna pink.
Sementara itu, Anisa Herawati mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa lulus tepat waktu dan mengaku akan merindukan masa-masa kuliah yang telah dijalaninya.
“Terima kasih. Alhamdulillah, saya sangat senang bisa lulus tepat waktu. Mungkin setelah ini justru akan rindu dengan masa-masa kuliah,” ungkap perempuan kelahiran Desa Pantenan, Panceng, Gresik itu dengan senyum bahagia.
Di sela-sela kesibukannya di sekolah dan kegiatan Persyarikatan, ia masih dapat menyempatkan diri untuk menambah ilmu dan wawasan bersama para dosen yang luar biasa.
Kebahagiaan Anisa Herawati tidak hanya dirasakan oleh suami dan putra-putrinya, tetapi juga oleh seluruh keluarga besarnya.
“Bukan hanya saya yang berbahagia, tetapi keluarga besar kami juga hadir semua dari desa. Orang tua, mertua, kakak beserta keluarganya, dan adik ipar pun turut datang,” jelas aktivis Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur tersebut.
Sementara itu, Munahar menyampaikan penyesalannya karena tidak dapat ikut merasakan kebahagiaan tersebut. Hal ini dikarenakan ia sedang mengikuti Rakernas Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Kota Batu.
“Biasanya, saya selalu hadir mendampingi rekan-rekan guru yang diwisuda maupun yang berangkat umrah. Namun kali ini, karena ada tugas dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), saya mohon izin tidak bisa hadir,” pungkasnya melalui pesan di grup WhatsApp sekolah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments