Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menutup Seleksi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) tingkat kementerian tahun 2026 yang berlangsung di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Kamis (18/6/2026).
Para pemenang dari berbagai cabang lomba akan menjadi kafilah resmi yang mewakili Kemendikdasmen pada ajang MTQ KORPRI Tingkat Nasional VII di Makassar, Sulawesi Selatan, yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Penutupan kegiatan tersebut menandai kesiapan Kemendikdasmen dalam mengirimkan delegasi terbaik untuk bersaing di tingkat nasional.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, yang hadir menutup acara secara resmi, menegaskan bahwa MTQ KORPRI bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana syiar dan pencarian talenta Islami di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki tujuan yang lebih luas, yakni membentuk karakter ASN yang berakhlak mulia, ramah, dan santun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Ajang pencarian bakat ini diharapkan tidak hanya berlangsung menjelang MTQ Nasional saja, melainkan dapat diinternalisasi sebagai program reguler di masing-masing unit kerja, seperti pada momentum bulan suci Ramadan atau perayaan keagamaan lainnya,” ucap Hafidz.
Ia juga menyatakan kesiapan Badan Bahasa untuk memberikan pendampingan kepada para calon kafilah nasional.
“Untuk penguatan aspek efisiensi bahasa, kaidah retorika pada cabang khutbah, hingga pembekalan sastra oleh sastrawan kami bagi peserta cabang cipta dan baca puisi agar performa delegasi kita semakin efektif dan kompetitif,” ujar Hafidz.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen sekaligus Ketua KORPRI Kemendikdasmen, Abdullah Faqih, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, Dewan Hakim, serta peserta dari unit utama maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di seluruh Indonesia.
Faqih menegaskan bahwa seluruh proses penilaian berlangsung secara adil, objektif, dan akuntabel tanpa intervensi pihak mana pun.
Menurutnya, transparansi tersebut penting untuk memastikan peserta yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi terbaik pada bidang yang dilombakan.
“Selamat kepada para pemenang terbaik. Hasil keputusan Dewan Hakim ini bersifat final, mutlak, dan tidak dapat diganggu gugat. Setelah ini, kementerian akan segera menyelenggarakan bimbingan teknis khusus, baik secara luring maupun daring, guna mempersiapkan kompetensi kafilah secara matang. Target kita pada ajang nasional di Sulawesi Selatan yang berlangsung pada 23 hingga 30 Agustus 2026 mendatang adalah meraih 11 medali,” tegas Faqih dalam laporannya.
Penyelenggaraan seleksi MTQ KORPRI Kemendikdasmen tahun ini juga dinilai berhasil menerapkan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas kompetisi maupun antusiasme peserta.
Kemendikdasmen berkomitmen menjadikan pembinaan MTQ sebagai program berkelanjutan guna menemukan dan mengembangkan potensi ASN di berbagai bidang keagamaan.
Melalui pembinaan yang terstruktur, kementerian berharap dapat terus melahirkan talenta-talenta unggul sekaligus mendukung program penguatan karakter bangsa melalui lingkungan ASN yang religius dan berintegritas.





0 Tanggapan
Empty Comments