Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs. H. Jamaludin Ahmad, S.Psi., secara resmi membuka Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) Batch 3 yang digelar LPCRPM PWM Jawa Timur di Aula Masjid Asy-Syifa’ Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML), Jumat (19/6/2026) pagi.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari 16 masjid Muhammadiyah se-Jawa Timur, termasuk perwakilan dari Bali. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran LPCRPM PWM Jawa Timur, PDM Lamongan, serta perwakilan PCM se-Kabupaten Lamongan.
Dalam sambutannya, Jamaludin Ahmad menyampaikan apresiasi atas konsistensi Jawa Timur dalam mengembangkan program Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah yang kini telah memasuki batch ketiga di tingkat wilayah, dan menjadi bagian dari penguatan program nasional LPCRPM.
Ia menjelaskan bahwa AM3 merupakan bagian dari upaya sistematis Muhammadiyah dalam memperkuat tata kelola masjid, kaderisasi marbot, imam, serta penguatan fungsi masjid sebagai pusat peradaban umat.
“Ini adalah bagian dari ikhtiar besar kita untuk memajukan masjid Muhammadiyah, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara manajemen, jamaah, dan fungsi sosial keumatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya penguatan basis data masjid Muhammadiyah melalui sistem informasi masjid (SIMASMU) agar jumlah dan kondisi masjid dapat terdata secara akurat dan terintegrasi di seluruh Indonesia.
Menurutnya, selama ini jumlah masjid Muhammadiyah yang tercatat masih perlu dipastikan validitasnya, sehingga program pembinaan dapat berjalan lebih terarah dan terukur.
“Kita perlu data yang kuat dan valid agar pembinaan masjid benar-benar tepat sasaran. Ini penting untuk pengembangan ke depan,” tegasnya.
Jamaludin juga menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas umat yang hidup, tidak hanya ramai saat salat Jumat, tetapi juga aktif dalam kegiatan harian dan pembinaan jamaah.
Ia mencontohkan sejumlah masjid di beberapa daerah yang telah berhasil menjadi pusat kegiatan dengan jamaah yang besar dan aktivitas yang beragam, sehingga dapat menjadi model bagi masjid lainnya.
Selain itu, ia mendorong agar setiap struktur Muhammadiyah, mulai dari ranting, cabang, hingga PDM, memiliki komitmen untuk mengembangkan masjid percontohan di wilayah masing-masing sebagai bagian dari gerakan dakwah berkemajuan.
“Masjid harus menjadi pusat gerakan. Tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga harus hidup, makmur, dan memakmurkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada PDM Lamongan yang dinilai sebagai salah satu PDM terbesar dan aktif dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah, termasuk penguatan masjid.
Di akhir sambutannya, Jamaludin Ahmad secara resmi membuka kegiatan AM3 Batch 3 serta berharap program ini dapat melahirkan pengelola masjid yang profesional, amanah, dan mampu menjadi motor penggerak kemakmuran masjid Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
“Semoga Akademi Marbot ini menjadi ikhtiar strategis dalam melahirkan kader-kader masjid yang unggul dan berkemajuan,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments