Mudir Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, Ustaz Mujianto, M.Pd.I., secara resmi menutup rangkaian Forum Ta’aruf dan Orientasi Santri (FORTASI) Pondok Al Mizan Putra pada Sabtu malam (18/7/2026) di halaman Pondok Al Mizan Putra Kampus 2.
Dalam sambutannya, Mujianto menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan FORTASI yang berlangsung dengan lancar. Ia juga menyoroti momen penutupan yang bertepatan dengan Milad Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ke-65 sebagai momentum yang penuh makna.
“Hari ini adalah hari yang istimewa. Bertepatan dengan Milad IPM ke-65, semoga perjalanan IPM Al Mizan benar-benar mampu melahirkan pelajar yang membawa dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengingatkan para santri agar tidak menilai seseorang dari penampilan fisiknya, melainkan dari karya dan kontribusinya.
“Jangan melihat seseorang dari tubuhnya yang kecil, warna kulitnya, ataupun penampilannya. Yang terpenting adalah bagaimana perannya di masyarakat, di rumah, di organisasi, dan di mana pun ia berada,” pesannya.
Sebagai contoh, ia mengisahkan Presiden ketiga Republik Indonesia, B.J. Habibie, yang memiliki postur tubuh sederhana, tetapi mampu menjadi ilmuwan kelas dunia sekaligus tokoh bangsa yang berhasil merancang pesawat terbang. Mujianto juga menceritakan pengalamannya saat bertemu langsung dengan Habibie yang tetap berpuasa meskipun sedang menjalankan kunjungan kenegaraan.
Ia juga mencontohkan mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, sebagai bukti bahwa keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh warna kulit ataupun latar belakang, melainkan oleh kemampuan dan kontribusinya.
Menurutnya, seluruh proses yang dijalani santri di pondok, termasuk berbagai kegiatan organisasi IPM, bukanlah bentuk penyiksaan, melainkan sarana pembelajaran untuk membentuk karakter dan kepemimpinan.
“Kegiatan membuat proposal, surat-menyurat, menyiapkan panggung, hingga mengelola acara bukan untuk menyusahkan kalian. Semua itu adalah proses agar kalian menjadi pribadi yang berdampak dan mampu berkarya untuk kehidupan,” tegasnya.
Mujianto mengajak seluruh santri untuk terus memperbarui niat selama menuntut ilmu di pondok. Ia mengingatkan bahwa godaan terbesar seorang penuntut ilmu adalah rasa malas dan hilangnya semangat belajar.
“Perbarui terus niat kalian. Bergembiralah karena sudah menjadi bagian dari Al Mizan. Apa pun yang dilakukan di pondok adalah proses belajar. Jangan mudah menyerah, karena setan selalu berusaha menggoda agar kita berhenti belajar dan mengaji,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh aktivitas di pondok merupakan bagian dari pendidikan. Menjadi pembawa acara, dirigen, anggota organisasi, hingga mengikuti berbagai kegiatan kepesantrenan merupakan bekal yang kelak dapat mengantarkan santri meraih kesuksesan di masa depan.
“Siapa tahu, dari belajar menjadi MC di pondok, kelak ada yang menjadi presenter televisi atau pembawa acara di tingkat nasional. Semua kemampuan besar selalu berawal dari proses belajar yang sederhana,” ungkapnya.
Mujianto juga menegaskan bahwa budaya belajar harus terus hidup di lingkungan pondok. Tidak hanya santri, tetapi juga para ustaz dan dirinya sebagai mudir terus belajar untuk meningkatkan kualitas diri.
“Di Al Mizan kita belajar selama 24 jam. Santri belajar, ustaz belajar menjadi pendidik yang lebih baik, bahkan saya sebagai mudir juga terus belajar. Semua adalah proses untuk menjadi lebih baik,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Mujianto berharap FORTASI menjadi awal terbentuknya persaudaraan yang kuat di antara para santri baru. Ia mengajak mereka untuk memperbanyak teman, saling mengenal, dan membangun ukhuwah sebagai keluarga besar Al Mizan.
“Semoga FORTASI ini membawa keberkahan. Kalian tidak sendiri di sini, tetapi memiliki banyak teman dan saudara. Jadikan Al Mizan sebagai keluarga besar tempat tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita bersama,” pungkasnya.
Usai menyampaikan sambutan, Mujianto secara resmi menutup kegiatan Forum Ta’aruf dan Orientasi Santri (FORTASI) Pondok Al Mizan Putra dengan mengajak seluruh peserta membaca hamdalah bersama sebagai ungkapan syukur kepada Allah Swt. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments