Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKM Universitas Muhammadiyah Cirebon Dorong Kemandirian Desa Ciledug Wetan melalui Ekonomi Sirkular Berbasis Digital

Iklan Landscape Smamda
KKM Universitas Muhammadiyah Cirebon Dorong Kemandirian Desa Ciledug Wetan melalui Ekonomi Sirkular Berbasis Digital
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 10 Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) di Desa Ciledug Wetan, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon. (Masdum Mustaqwa/PWMU.CO).
pwmu.co -

“Target akhirnya bukan hanya terlaksananya program selama KKM, tetapi munculnya pengetahuan, keterampilan, kelembagaan, dan kebiasaan baru yang dapat diteruskan oleh masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus” tegas Masdum.

Mahasiswa dan Penggerak Perubahan

Di sisi lain, Ketua KKM Kelompok 10, Gali Putra Efendi, menyampaikan bahwa seluruh mahasiswa siap berkolaborasi dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, pelaku UMKM, kelompok masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Menurutnya, Kelompok 10 akan berupaya menjadikan program KKM sebagai kegiatan yang partisipatif sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima program, tetapi menjadi aktor utama dalam proses perubahan.

“Kami ingin KKM Kelompok 10 menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Kami datang membawa pengetahuan dari kampus, tetapi kami juga ingin belajar dari pengalaman dan potensi masyarakat Desa Ciledug Wetan” ujar Gali.

Ia menjelaskan, selama periode KKM 12 Agustus sampai 17 September 2026, mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan yang mengacu pada tiga fokus utama tema.

Program digitalisasi UMKM akan diarahkan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital untuk promosi dan pemasaran.

Program pengelolaan sampah akan mendorong edukasi dan praktik pemilahan serta pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

Sementara program ketahanan pangan diarahkan untuk memperkuat kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk mendukung ketersediaan pangan.

“Harapan kami, setelah KKM selesai, masyarakat memiliki sesuatu yang bisa diteruskan. Bukan hanya dokumentasi kegiatan, tetapi juga pengetahuan, keterampilan, sistem, dan model kegiatan yang dapat dikembangkan secara mandiri” tambahnya.

Dari Desa untuk Kemandirian Ekonomi

Konsep ekonomi sirkular yang menjadi landasan KKM Kelompok 10 pada dasarnya menempatkan desa sebagai ekosistem yang mampu mengoptimalkan sumber daya secara lebih efisien.

SMPM 5 Pucang SBY

Produk UMKM dapat diperkuat melalui digitalisasi, limbah dapat diubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai. Sementara sektor pangan dapat dikembangkan dengan memanfaatkan potensi lokal.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan hubungan antara aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam pembangunan desa.

Dengan demikian, KKM tidak hanya berbicara mengenai kegiatan mahasiswa selama berada di tengah masyarakat. Tetapi juga tentang bagaimana membangun model kolaborasi yang dapat memperkuat kemandirian desa.

Pembukaan KKM Kelompok 10 menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk melakukan proses observasi, pemetaan potensi dan permasalahan, penyusunan program, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi bersama masyarakat.

Melalui kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Cirebon, Pemerintah Kecamatan Ciledug, Pemerintah Desa Ciledug Wetan, mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat, KKM Kelompok 10 diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, semangat yang ingin dibangun bukan sekadar “mahasiswa hadir di desa”, tetapi “mahasiswa tumbuh bersama desa.”

Dari Ciledug Wetan, pengetahuan diharapkan tidak berhenti di ruang kelas. Namun bergerak menjadi aksi nyata: menguatkan UMKM, mengelola sampah menjadi sumber daya, memperkuat ketahanan pangan, dan membangun kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.

 

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 14/08/2026 10:09
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu