Botol bekas yang biasanya berakhir menjadi limbah disulap menjadi tempat pensil dalam kegiatan bimbingan belajar daur ulang yang digelar Kelompok 16 Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN T) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bersama anak-anak Desa Kedungsugo, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Ahad (9/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kedungsugo tersebut merupakan bagian dari program Divisi Pendidikan Kelompok 16 KKN T Umsida. Anak-anak tidak hanya mengikuti kegiatan belajar, tetapi juga diajak berkreasi dengan memanfaatkan barang bekas menjadi benda yang dapat digunakan kembali.
Penanggung jawab kegiatan, Abela, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan anak-anak sekaligus mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aktivitas yang menyenangkan.
“Harapannya, anak-anak dapat menerapkan kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, serta memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermanfaat melalui kegiatan daur ulang,” ujar Abela.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN T menyiapkan sejumlah bahan bekas yang kemudian diolah bersama anak-anak. Salah satu bahan utama yang digunakan adalah botol bekas. Anak-anak dibimbing untuk memodifikasi botol tersebut menjadi tempat pensil sederhana.
Untuk mempercantik hasil karya, anak-anak menggunakan kawat bulu atau pipe cleaner. Mereka diberi kesempatan untuk menentukan bentuk dan hiasan sesuai kreativitas masing-masing. Proses tersebut membuat anak-anak terlibat langsung sejak tahap pembuatan hingga penyelesaian karya.

Tidak hanya menghasilkan tempat pensil, sisa kawat bulu yang masih dapat digunakan kembali dimanfaatkan untuk membuat gantungan kunci atau keychain. Pemanfaatan sisa bahan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran agar anak-anak memahami bahwa barang yang tersisa masih dapat dimanfaatkan sebelum menjadi limbah.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Anak-anak mengikuti setiap tahapan pembuatan dengan didampingi mahasiswa KKN T. Mereka juga dapat berdiskusi ketika mengalami kesulitan saat membentuk atau memasang bahan.
Melalui praktik tersebut, pembelajaran mengenai daur ulang tidak hanya disampaikan melalui penjelasan. Anak-anak memperoleh pengalaman secara langsung dalam mengubah barang yang sudah tidak terpakai menjadi karya yang memiliki fungsi.
Selain melatih kreativitas, proses pembuatan tempat pensil dan gantungan kunci juga melibatkan aktivitas yang dapat melatih motorik halus, koordinasi tangan dan mata, ketelitian, serta kemampuan anak dalam menyelesaikan sebuah karya.
Kegiatan daur ulang tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Divisi Pendidikan Kelompok 16 KKN T Umsida yang sebelumnya telah mengadakan bimbingan belajar bagi anak-anak Desa Kedungsugo.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN T Umsida berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada materi, tetapi juga memberikan pengalaman praktis kepada anak-anak. Pemanfaatan barang bekas menjadi karya diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan kreatif sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Bagi mahasiswa KKN T, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan anak-anak dan masyarakat Desa Kedungsugo sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi dalam kegiatan pengabdian. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments