Upaya melestarikan warisan budaya lokal terus dilakukan kalangan akademisi. Salah satunya melalui mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 14 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang menggelar edukasi dan praktik pembuatan kerajinan tradisional Damar Kurung di SD Negeri Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan tersebut merupakan program kerja yang diinisiasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMG. Selain mengasah kreativitas siswa, kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan kembali kebudayaan khas Gresik yang sarat dengan nilai sejarah.
Nurus Sa’idah, salah satu mahasiswa PGSD UMG yang akrab disapa Iid, menjelaskan alasan pemilihan Damar Kurung sebagai materi kegiatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menanamkan jiwa seni dan kreativitas kepada anak, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Alasan kami memilih untuk mengajarkan pembuatan Damar Kurung kepada siswa di sini adalah sebagai upaya mengenalkan kebudayaan khas Gresik sekaligus meningkatkan kreativitas mereka. Ditambah lagi, sebentar lagi kita merayakan hari kemerdekaan Indonesia, sehingga karya Damar Kurung ini bisa menjadi ornamen tambahan untuk mempercantik lingkungan sekolah,” ujar Iid.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (12–13 Agustus 2026), dan diikuti 17 siswa kelas IV SDN Banyulegi.
Pada hari pertama, para siswa mendapatkan materi mengenai sejarah, pengertian, ciri khas, makna, hingga fungsi Damar Kurung.
Setelah sesi materi selesai, para siswa kemudian diajak mewarnai lembaran kertas bergambar Damar Kurung yang telah disiapkan mahasiswa KKN.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari siswa. Mereka tampak antusias mengikuti proses mewarnai sekaligus mengenal lebih jauh kerajinan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Gresik.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan mewarnai sisi kertas yang tersisa, kemudian menempelkannya pada kerangka yang telah disiapkan.
Mahasiswa KKN juga mempraktikkan cara merakit kerangka kayu Damar Kurung secara mandiri. Dengan demikian, para siswa tidak hanya mengenal Damar Kurung melalui materi, tetapi juga memahami proses pembuatannya secara langsung.
Suasana semakin meriah ketika seluruh karya Damar Kurung yang telah selesai digantung di sepanjang lorong depan kelas.
Antusiasme kegiatan tersebut ternyata tidak hanya dirasakan siswa kelas IV. Murid-murid dari kelas lain turut memperhatikan hasil karya tersebut dan bahkan memberikan saran mengenai lokasi terbaik untuk menggantung lampion tradisional tersebut.
Kegiatan edukasi dan praktik pembuatan Damar Kurung ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN UMG mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
Melalui pengalaman belajar secara langsung, siswa diharapkan tidak hanya semakin kreatif, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberadaan dan pelestarian warisan budaya di sekitarnya.





0 Tanggapan
Empty Comments