Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mengajak siswa kelas IV SD Negeri Brayublandong mengembangkan kreativitas melalui program kerja Kreativa (Kelas Kreativitas dan Inovasi Siswa), Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, tersebut menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN Prodi PGSD yang berfokus pada pengembangan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan kepercayaan diri siswa.
Program Kreativa dilaksanakan karena kreativitas dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan masih perlu terus dikembangkan.
Wadah Menuangkan Ide
Dalam kegiatan pembelajaran, siswa terkadang lebih banyak mengikuti contoh yang diberikan sehingga kesempatan untuk menuangkan ide dan berkreasi secara mandiri masih terbatas.
Melalui Kreativa, mahasiswa KKN Prodi PGSD berupaya memberikan ruang kepada siswa untuk berpikir dan menentukan sendiri karya yang ingin dibuat berdasarkan bahan-bahan yang telah disediakan.
Kegiatan Kreativa diawali dengan salam dan ice breaking untuk menciptakan suasana yang lebih santai dan menyenangkan bagi siswa. Setelah itu, mahasiswa menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan kepada siswa.
Mahasiswa juga menjelaskan teknik serta tata cara pelaksanaan kegiatan agar siswa memahami apa yang harus dilakukan. Setelah penjelasan diberikan, siswa kemudian dibagi menjadi lima kelompok, dengan masing-masing kelompok terdiri dari enam siswa.
Mahasiswa selanjutnya memberikan beberapa bahan yang dapat digunakan siswa untuk membuat sebuah karya. Bahan-bahan tersebut di antaranya sedotan, tutup botol, lem tembak, tali pita, gunting, dan korek api.
Bahan-bahan tersebut sengaja disiapkan untuk memberikan kesempatan kepada siswa dalam mengeksplorasi ide dan menentukan sendiri bentuk kreativitas yang ingin dibuat.
Setelah seluruh bahan dibagikan, mahasiswa memberikan tantangan kepada setiap kelompok untuk memikirkan karya apa yang dapat mereka buat dari bahan-bahan tersebut.
Siswa diberikan waktu 10 menit untuk berpikir dan berdiskusi bersama kelompok. Pada tahap ini, setiap kelompok mulai bertukar pendapat dan menentukan ide yang akan mereka wujudkan.
Mahasiswa tidak langsung menentukan bentuk karya yang harus dibuat. Sebaliknya, siswa diberikan kebebasan untuk memilih dan mengembangkan ide sesuai dengan imajinasi masing-masing kelompok.
Kerja Sama Wujudkan Ide
Setelah waktu berdiskusi selesai, siswa diberikan waktu 30 menit untuk mengerjakan karya yang telah mereka rencanakan.
Dalam proses pengerjaan, setiap anggota kelompok terlibat dalam pembagian tugas dan bekerja sama untuk mewujudkan ide yang telah disepakati.
Dari bahan-bahan sederhana yang tersedia, siswa mencoba mengembangkan berbagai gagasan sesuai dengan kreativitas kelompok masing-masing.
Kegiatan tersebut tidak hanya menekankan pada hasil akhir karya, tetapi juga memberikan pengalaman kepada siswa untuk berpikir sebelum bertindak, berdiskusi, mengambil keputusan, bekerja sama, dan menuangkan ide menjadi sebuah karya.
Setelah waktu pengerjaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi hasil karya. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menunjukkan hasil kreativitas mereka dan menjelaskan alasan memilih karya tersebut.
Dalam presentasi tersebut, siswa tidak hanya menunjukkan karya yang telah dibuat, tetapi juga menjelaskan proses berpikir kelompok dalam menentukan karya.
Salah satu siswa kelas IV, Iraya, mengungkapkan bahwa kegiatan Kreativa menjadi pengalaman yang menyenangkan karena siswa diberikan kebebasan untuk menentukan sendiri karya yang ingin dibuat.
“Kegiatan ini sangat asik dan seru karena kita bebas memilih mau membuat karya apa sesuai dengan imajinasi kelompok kita” ungkap Iraya.
Kreativitas dari Bahan Sederhana
Kebebasan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan Kreativa. Siswa tidak diarahkan untuk menghasilkan karya yang sama, melainkan diberikan kesempatan untuk mengembangkan gagasan masing-masing kelompok.
Kegiatan Kreativa menunjukkan bahwa pengembangan kreativitas siswa dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Prodi PGSD tidak hanya mengajak siswa untuk menghasilkan sebuah karya. Tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat dan menghargai ide teman dalam kelompok.
Proses berpikir selama 10 menit sebelum membuat karya menjadi bagian penting karena siswa terlebih dahulu diajak untuk menentukan ide dan berdiskusi. Selanjutnya, waktu 30 menit digunakan untuk mengubah ide tersebut menjadi sebuah karya melalui kerja sama kelompok.
Mahasiswa KKN Prodi PGSD berharap kegiatan Kreativa dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membantu siswa mengembangkan keberanian untuk berkreasi, berpikir kritis, bekerja sama, dan percaya terhadap ide yang mereka miliki.
Program Kreativa ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Prodi PGSD dalam mendukung proses pendidikan di Desa Brayublandong. Khususnya dalam memberikan ruang bagi siswa sekolah dasar untuk belajar melalui kreativitas dan pengalaman secara langsung.





0 Tanggapan
Empty Comments