Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa PPG Umsura Profiling Murid di SMP Muhammadiyah 15 Surabaya untuk Wujudkan Pembelajaran Berdiferensiasi

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa PPG Umsura Profiling Murid di SMP Muhammadiyah 15 Surabaya untuk Wujudkan Pembelajaran Berdiferensiasi
pwmu.co -

Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) melaksanakan kegiatan profiling murid di kelas VIII SMP Muhammadiyah 15 Surabaya, Senin (27/7/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada murid melalui pemetaan karakteristik, kemampuan awal, dan kebutuhan belajar peserta didik.

Profiling dilakukan melalui asesmen diagnostik kognitif dan nonkognitif yang disusun secara sistematis. Hasil asesmen diharapkan menjadi dasar penyusunan strategi pembelajaran yang lebih efektif, adil, dan sesuai dengan karakteristik setiap murid.

Asesmen kognitif digunakan untuk mengukur kemampuan awal siswa pada materi Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) serta Teks Iklan, Poster, dan Slogan.

Sementara itu, asesmen nonkognitif bertujuan memetakan kesiapan belajar, kebiasaan belajar di rumah, preferensi lingkungan belajar, gaya belajar, hingga minat masing-masing murid.

Mahasiswa PPG Umsura, Desinta Dika Amelia, menjelaskan bahwa kegiatan profiling bukan sekadar mengumpulkan data, tetapi menjadi fondasi dalam merancang pembelajaran yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

“Hasil data yang telah kami peroleh dari kegiatan profiling akan digunakan sebagai dasar untuk menyusun modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan murid. Kami juga mempersiapkan strategi pembelajaran yang dirancang dengan memadukan berbagai media, aktivitas diskusi, praktik langsung, penggunaan infografis, video pembelajaran, hingga pemilihan pendekatan agar mampu mengakomodasi kebutuhan belajar seluruh murid,” ujarnya.

Kepala SMP Muhammadiyah 15 Surabaya, Banjar, S.S., M.Pd., mengapresiasi kegiatan profiling yang dilakukan mahasiswa PPG.

Menurutnya, guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus memahami karakteristik peserta didik sebelum menentukan strategi pembelajaran.

“Setiap murid datang ke kelas dengan kemampuan, pengalaman, dan cara belajar yang berbeda. Oleh karena itu, guru harus mengenali siapa murid yang akan diajarnya terlebih dahulu sebelum menentukan strategi pembelajaran. Profiling murid menjadi langkah awal agar pembelajaran benar-benar berpihak kepada kebutuhan murid, bukan sekadar menyampaikan materi,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Umsura, Ngatmain, M.Pd., menegaskan bahwa kemampuan melakukan profiling merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki calon guru profesional.

Menurutnya, guru masa kini harus mengambil keputusan pembelajaran berdasarkan data hasil asesmen, bukan sekadar asumsi.

“Guru profesional tidak lagi mengajar berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan data yang diperoleh melalui asesmen diagnostik. Data tersebut menjadi dasar dalam mengambil keputusan pembelajaran sehingga strategi yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan murid,” tuturnya.

Guru Pamong SMP Muhammadiyah 15 Surabaya, Ulfiyatin, S.Pd., menilai hasil profiling sangat membantu guru menghadapi kelas yang memiliki karakteristik beragam.

Dengan mengetahui kemampuan awal, gaya belajar, dan kesiapan belajar siswa, guru dapat memilih metode, media, maupun menyusun kelompok belajar secara lebih tepat.

“Ketika guru sudah mengetahui kemampuan awal, gaya belajar, dan kesiapan belajar murid, proses pembelajaran menjadi lebih terarah. Guru dapat menentukan media yang sesuai, memilih metode yang tepat, bahkan mengatur komposisi kelompok belajar berdasarkan karakteristik masing-masing murid,” ujarnya.

Melalui kegiatan profiling ini, mahasiswa PPG memperoleh pengalaman langsung dalam mengenali keragaman karakteristik peserta didik sebelum melaksanakan proses pembelajaran.

Data hasil asesmen diagnostik tidak hanya menjadi dokumen administrasi, tetapi menjadi dasar menghadirkan pembelajaran yang berdiferensiasi, berpihak pada kebutuhan murid, serta mampu mengoptimalkan potensi setiap peserta didik sesuai kemampuan, minat, dan gaya belajarnya.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu