SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SD Muhida) menyelenggarakan kegiatan Masa Kasih Sayang (Makasa) sebagai langkah awal menyambut peserta didik baru Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, tepatnya pada Senin-Rabu (13-15/07/2026).
Pembukaan Makasa di hari pertama berlangsung dengan penuh semangat dan keceriaan diikuti oleh seluruh siswa baru bersama guru dan tenaga kependidikan.
Pada kesempatannya, Kepala SD Muhida Moh Saifullah Rochim SE MPd menyapa siswa dan siswi baru dengan canda tawa.
“Hari ini kita berkumpul di Makasa, masa kasih sayang atau masa pengenalan sekolah untuk mengenal sekolah kita di SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo” ucapnya. “Nantinya, siswa-siswi akan belajar di sini bersama bapak dan ibu guru” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Makasa bukan sekadar kegiatan pengenalan sekolah, tetapi juga menjadi momen penting untuk pengenalan awal sekolah.
Maskot Imut Muhida
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan hangat untuk peserta didik di gerbang sekolah oleh maskot imut Muhida Robot (dabot) dan para guru.
Setelah itu, para siswa diajak mengenal lingkungan sekolah, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, UKS, masjid, hingga berbagai fasilitas penunjang pembelajaran. Selain itu, siswa juga bermain sekaligus belajar di stand yang telah disediakan.
Makasa tahun ini terkemas secara interaktif dan edukatif dengan mengusung tema “Petualang Cilik, Jelajah Hidup Sehat”.
Guna memeriahkan, SD Muhida mengajak para petualang cilik bermain sambil belajar melalui tiga stan, yaitu stan jus buah dan sayur, stan colorful buble serta stan robot pemilah sampah.
Pada stan jus buah dan sayur, para siswa diajak mengenal nama-nama buah dan sayur yang sudah disediakan.
Kemudian, mereka bersama guru membuat berbagai jus. Jus yang sudah siap kemudian bisa dinikmati bersama. Tak jarang ada siswa yang tidak suka buah, akan tetapi saat mencoba jus, ternyata mereka menyukainya.
Stan kedua, para siswa bereksperimen di stan “Colorful Buble” yaitu membuat gelembung dari air dan sabun. Uniknya, gelembung yang dihasilkan memiliki warna bermacam-macam yang berasal dari pewarna alami.
Pilah Healthy dan Unhealthy Food
Ada warna merah dari buah naga, kuning dari kunyit, hijau dari daun suji, biru dari bunga telang, serta ungu dari percampuran buah naga dan bunga telang.
Untuk menghasilkan gelembung, setiap siswa harus menyiapkan botol air mineral yang sudah dilubangi bagian bawahnya dan ditutup dengan tisu basah.
Kemudian, bagian bawah botol diberi air yang sudah bercampur sabun lalu botol siap ditiup dan menghasilkan gelembung warna-warni.
Terakhir, siswa-siswi belajar memilah sampah melalui robot pemilah sampah. Prakteknya, siswa-siswi diberi tantangan untuk memilah antara “healthy food” dan “unhealthy food” dengan memasukkan gambar makanan ke dalam box sesuai kategorinya.
Box dengan gambar wajah tersenyum artinya “healthy food” dan sebaliknya, box dengan gambar sedih artinya “unhealthy food”.
Selanjutnya, siswa-siswi diajak memilah sampah bersama robot. Robot ini bisa mengenali empat jenis sampah, sampah kertas, plastik, botol plastik dan kaleng.
Para siswa hanya perlu meletakkan sampah pada sensornya, menekan tombol bahwa ia sudah meletakan sampah dan dengan sendirinya robot akan memilah sampah sesuai kategori.
Ketiga stan ini selaras dengan kebiasaan anak Indonesia hebat yaitu makan sehat dan bergizi. Suasana belajar yang menyenangkan membuat peserta didik lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan siap mengikuti proses pembelajaran.
Dengan menyelenggarakan MPLS, SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo berharap semua siswa baru dapat memulai pelajaran dengan percaya diri dan semangat untuk berprestasi.
Sekolah juga berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, mandiri, dan berwawasan luas sesuai dengan visi sekolah.





0 Tanggapan
Empty Comments