Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menganyam Visi Sains Halal: Catatan Perjalanan Satu Dekade Ekosistem Halal Muhammadiyah Jawa Timur

Iklan Landscape Smamda
Menganyam Visi Sains Halal: Catatan Perjalanan Satu Dekade Ekosistem Halal Muhammadiyah Jawa Timur

Pagi di Kota Bangkok pada November 2014 menjadi saksi sebuah langkah awal yang sunyi, namun sangat visioner. Di tengah hiruk-pikuk persiapan menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN, rombongan delegasi dari Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat (MKKM) bersama jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) Jawa Timur melakukan kunjungan ke Thailand.

Rombongan tersebut dipimpin langsung oleh dr. Sholihul Absor, M.Kes., selaku Ketua MKKM PWM Jawa Timur. Langkah strategis ini turut dikawal oleh Dr. dr. Sukadiono, M.M., yang saat itu mengemban amanah sebagai Bendahara PWM Jawa Timur sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, serta Ir. Tamhid Masyhudi selaku Sekretaris PWM Jawa Timur.

Kehadiran para direktur RSMA dan pimpinan Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Timur menegaskan bahwa perjalanan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah misi untuk menjemput masa depan.

Destinasi pertama adalah Vejthani Hospital, salah satu rumah sakit swasta bertaraf internasional yang dikenal berhasil mengembangkan layanan kesehatan berorientasi global dengan jumlah pasien mancanegara yang sangat besar. Di sana, para pimpinan rumah sakit Muhammadiyah mempelajari bagaimana sebuah institusi kesehatan mengelola pelayanan kelas dunia.

Namun, agenda yang paling monumental sekaligus menjadi titik balik gerakan kesehatan Muhammadiyah terjadi ketika rombongan mengunjungi Halal Science Center di Chulalongkorn University. Di laboratorium modern tersebut, mereka disambut langsung oleh direkturnya, Prof. Winai Dahlan, yang juga merupakan cucu pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.

Menganyam Visi Sains Halal: Catatan Perjalanan Satu Dekade Ekosistem Halal Muhammadiyah Jawa Timur

Sains Halal di Balik Momentum Regulasi JPH

Pertemuan tersebut memiliki makna historis yang sangat penting. Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pada November 2014, Indonesia baru saja mengesahkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH).

Ketika sebagian besar institusi kesehatan dan akademik di Indonesia masih meraba arah implementasi regulasi baru tersebut, rombongan dari Jawa Timur justru pulang dengan membawa perspektif baru.

Mereka memahami bahwa dalam dunia medis modern, konsep halal tidak cukup dipahami sebagai persoalan makanan bagi pasien. Halal merupakan bagian dari rantai pasok sains yang kompleks, mulai dari bahan baku farmasi, gelatin kapsul, alat kesehatan, hingga sistem logistik klinis.

2021: Menyemai Benih di Lingkungan Akademik Umsura

Gagasan yang tumbuh dari kunjungan ke Thailand akhirnya memperoleh momentum percepatan pada tahun 2021.

Menyongsong kewajiban sertifikasi halal secara nasional, Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah menginstruksikan 13 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) untuk mendirikan Halal Center.

Universitas Muhammadiyah Surabaya merespons kebijakan tersebut dengan cepat. Di bawah kepemimpinan Dr. dr. Sukadiono, M.M., kampus ini mendirikan Halal Center UM Surabaya (HC Umsura) yang kemudian terdaftar secara resmi di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai Lembaga Pendamping Halal.

Untuk memimpin lembaga tersebut, ditunjuk Dr. dr. Muhammad Anas, Sp.OG. sebagai ketua pertama untuk masa bakti 2021–2025.

Di bawah kepemimpinannya, HC Umsura membangun fondasi kelembagaan dengan mendampingi ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui skema self declare, sehingga pelaku usaha kecil dapat memenuhi ketentuan sertifikasi halal sesuai regulasi nasional.

Menganyam Visi Sains Halal: Catatan Perjalanan Satu Dekade Ekosistem Halal Muhammadiyah Jawa Timur

SMPM 5 Pucang SBY

2025: Eskalasi Peran dan Estafet Kepemimpinan

Seiring berjalannya waktu, Halal Center Universitas Muhammadiyah Surabaya memasuki fase penguatan peran.

Pada tahun 2025, setelah berakhirnya masa bakti Dr. Muhammad Anas, tongkat estafet kepemimpinan diserahkan kepada Dr. Luluk Latifah, S.E., M.E.

Di bawah kepemimpinan baru ini, Halal Center Umsura mengalami perkembangan yang signifikan. Perannya tidak lagi sebatas mendampingi UMKM, tetapi juga dipercaya sebagai Perwakilan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Kajian Halalan Thayyiba (KHT) Muhammadiyah yang diketuai oleh Baterun Kunsah, S.T., M.Si.

Mengawal Tiga Sektor Krusial hingga Kancah Global

Status sebagai perwakilan LPH memberikan kewenangan yang lebih luas kepada Halal Center Universitas Muhammadiyah Surabaya untuk melaksanakan audit halal pada industri berskala menengah hingga besar.

Di bawah koordinasi Dr. Luluk Latifah, auditor halal dikerahkan untuk mengawal tiga sektor strategis.

Sektor pertama adalah jaringan internal Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) Jawa Timur. Audit dilakukan terhadap rantai pasok medis, bahan baku farmasi, logistik gizi, hingga tata kelola operasional klinis agar memenuhi standar Jaminan Produk Halal.

Sektor kedua mencakup dunia industri, meliputi perusahaan manufaktur, industri makanan dan minuman olahan, produk kimia, kosmetik, hingga berbagai barang gunaan masyarakat.

Sementara sektor ketiga adalah industri logistik, dengan tujuan memastikan integritas kehalalan produk tetap terjaga selama proses distribusi dan penyimpanan hingga sampai ke tangan konsumen.

Membangun Ekosistem Sains Halal Muhammadiyah

Perjalanan selama satu dekade tersebut akhirnya membentuk sebuah ekosistem sains halal yang utuh.

Apa yang berawal dari studi banding di Bangkok pada tahun 2014 kini berkembang menjadi infrastruktur sains halal yang mandiri, berdaulat, dan diakui secara nasional di bawah naungan Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Melalui sinergi antara kebijakan PWM Jawa Timur, penguatan kelembagaan kampus, estafet kepemimpinan yang berkesinambungan, serta dedikasi para praktisi kesehatan di lingkungan RSMA, ekosistem halal Muhammadiyah terus berkembang.

Ekosistem ini tidak hanya menjadi pelindung bagi konsumen Muslim dalam memperoleh jaminan produk halal, tetapi juga menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat daya saing ekonomi bangsa di tingkat global.

Revisi Oleh:
  • Satria - 05/07/2026 03:00
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu