Dalam upaya terus berinovasi dan memperkaya metode pembelajaran Al-Qur’an bagi para siswa, ustadz dan ustadzah SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik menggelar agenda studi tiru ke Rumah Belajar Abdul Malik Fadjar, Malang pada hari kamis, (17/9/2026).
Kunjungan ini berfokus pada pendalaman Metode Tahfidz Quran Tematik (TQT) secara langsung bersama penemu sekaligus pengembangnya, Dr. Pradana Boy ZTF, M.A. beserta istri Ustadzah Lailatul Fithriyah Azzakiyah, S.H.I., M.Pd.I. dari Bait Al Hikmah Malang.
Kehadiran tim SDMM pada kesempatan ini menjadi momen istimewa dan sebuah kebanggaan. Di tengah padatnya aktivitas, Ustadz Boy beserta Bu Laela meluangkan waktu hangat untuk menyambut dan berbagi wawasan secara langsung bersama ustadz ustadzah SDMM.
Kepala SDMM, Athiq Amilia, S.Pd., menyampaikan bahwa kedatangan tim SDMM dilandasi semangat untuk menggali tata kelola serta sistematika pembelajaran Al-Qur’an yang lebih bermakna dan sejalan dengan karakteristik siswa masa kini.
Dalam pemaparannya, Ustadzah laela menceritakan latar belakang lahirnya metode TQT di Baitul Al Hikmah. Metode ini berawal dari keprihatinan atas pengalaman sang putri ketika berada di tempat tahfidz konvensional, di mana ia dihadapkan pada larangan menonton televisi, tuntutan menghafal mandiri tanpa panduan interaktif, hingga penyampaian materi yang kurang ramah anak (seperti penayangan video kiamat).
Berangkat dari kegelisahan tersebut, tercetuslah ide metode TQT yang ramah anak, menyenangkan, dan relevan. Langkah pembelajarannya diawali dengan mengajak anak menonton video pendek tentang kisah Nabi atau sejarah Islam. Kemudian, siswa diminta menceritakan ulang apa yang mereka tangkap. Setelah siswa paham konteksnya, barulah guru menunjukkan dan melantunkan ayat Al-Qur’an yang selaras dengan kisah tersebut.
“TQT adalah metode menghafal Al-Qur’an dengan mengangkat satu tema kisah, lalu mengenalkan ayatnya. Metode ini berorientasi pada keseimbangan, yakni hafalan dan pemahaman,” tegas Ustadzah Laela.
Agenda tidak sebatas pemaparan teori. Tim SDMM juga mendapatkan kesempatan berharga untuk melakukan praktik langsung dan mendemonstrasikan metode tersebut di bawah bimbingan Bu Laela.
Tahapan Pelaksanaan TQT
Dalam sesi praktik ini, Bu Laela menjelaskan secara rinci tahapan demi tahapan pelaksanaan TQT. Mulai dari cara penyampaian di tahap awal yaitu memberikan stimulus visual dan narasi, cara menyambungkan cerita dengan pelafalan ayat, hingga tata cara evaluasi yang tidak membebani siswa.
Praktik langsung ini memberikan gambaran riil bagi para ustadz-ustadzah SDMM tentang bagaimana menghidupkan suasana kelas TQT yang interaktif, di mana siswa secara tidak sadar sedang dibimbing untuk menghafal ayat sembari menikmati alur cerita.
Melihat efektivitas dan kemasan metode yang menarik, tim SDMM menunjukkan antusiasme dan ketertarikan yang sangat tinggi. Mereka menilai bahwa inovasi metode TQT ini sangat relevan untuk diadaptasi di sekolah mereka.
Ustadzah Athiq Amilia mengungkapkan bahwa di Gresik sendiri, model pembelajaran Al-Qur’an berbasis tematik seperti ini masih sangat jarang dan belum banyak ditemukan di lembaga-lembaga pendidikan.
Harapannya, wawasan dan ilmu yang didapat dari Malang ini bisa menjadi pemicu bagi SDMM untuk mengimplementasikan metode pembelajaran Al-Qur’an yang lebih menyenangkan, bermakna, dan mampu melahirkan generasi yang tidak sekadar hafal Al-Qur’an, namun juga menjiwai nilai-nilainya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments