Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) menggelar Sidang Pra Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah secara daring, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini dipusatkan di Kantor Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Yogyakarta, dan diikuti secara virtual dari Jakarta serta sekretariat Nasyiatul Aisyiyah di berbagai daerah di Indonesia.
Sidang Pra Muktamar menjadi agenda konstitusional yang menandai dimulainya rangkaian Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah. Forum tersebut dibuka Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Hukum, HAM, dan Kebijakan Publik, M. Busyro Muqoddas, serta dihadiri jajaran Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah bersama perwakilan pimpinan wilayah, daerah, dan cabang dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Busyro Muqoddas mengingatkan pentingnya menjaga marwah organisasi melalui proses pemilihan kepemimpinan yang berintegritas, independen, dan bebas dari praktik politik uang.
Menurutnya, keberhasilan Muhammadiyah bertahan dan terus memberikan kontribusi bagi bangsa selama lebih dari satu abad tidak terlepas dari tata kelola organisasi yang cerdas, jujur, profesional, dan bermartabat.
“Muhammadiyah lebih dari satu abad telah memberikan kontribusi yang sangat besar lintas agama, lintas suku, lintas profesi bagi bangsa ini. Itu karena adanya pengelolaan organisasi yang cerdas, jujur, bermartabat, dan profesional. Para pemimpinnya menjaga amanah,” ujarnya.
Busyro menegaskan bahwa independensi harus menjadi salah satu kualifikasi utama dalam memilih pemimpin organisasi.
“Independensi ini perlu dihadirkan sebagai lawan dari intervensi. Sebagai umat Nabi Muhammad yang memperjuangkan nilai-nilai Islam, kita harus menjaga independensi agar Muktamar benar-benar berlangsung mandiri dan hati-hati terhadap intervensi dari pihak mana pun. Kita harus menjaga marwah kita,” tegas mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI tersebut.
Ia juga mengingatkan seluruh kader agar proses pemilihan pimpinan dalam Muktamar ke-15 didasarkan pada kapasitas, integritas, dan kompetensi calon, bukan karena kedekatan personal ataupun kepentingan tertentu.
Sementara itu, Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, menjelaskan bahwa Sidang Pra Muktamar merupakan forum strategis yang menjadi bagian penting dari keseluruhan rangkaian Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah.
Menurut Ariati, forum tersebut diselenggarakan sebagai langkah konstitusional untuk mengoptimalkan waktu pelaksanaan Muktamar sekaligus membahas berbagai materi penting organisasi.
“Sidang Pra Muktamar ini adalah forum konstitusional yang krusial untuk menyiasati durasi waktu pelaksanaan Muktamar dengan berbagai pertimbangan. Tujuannya adalah melakukan evaluasi terhadap Laporan Pertanggungjawaban PP Nasyiatul Aisyiyah periode 2022–2026 sekaligus mendengarkan paparan dari tim materi Muktamar,” jelasnya.
Dalam forum tersebut, PP Nasyiatul Aisyiyah juga menyatakan kesiapan mempertanggungjawabkan amanah kepemimpinan selama satu periode kepada seluruh kader di Indonesia.
“Pada Sidang Pra Muktamar ini kami siap mempertanggungjawabkan amanah yang kami emban di hadapan seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah di seluruh Indonesia dari kantor masing-masing. Kami juga siap menerima berbagai masukan demi penyempurnaan materi Muktamar,” ujar Ariati.
Dalam sambutannya, Ariati kembali mengingat analogi yang pernah disampaikannya saat awal memimpin organisasi pada Muktamar di Bandung.
Ia menggambarkan Nasyiatul Aisyiyah sebagai sebuah kapal besar yang berlayar mengarungi samudra dengan berbagai tantangan.
“Saya pernah menganalogikan Nasyiatul Aisyiyah sebagai kapal besar yang berlayar dengan sekoci-sekocinya. Nasyiatul Aisyiyah diciptakan untuk menaklukkan samudra. Dalam perjalanan akan menemui berbagai kondisi, kadang tenang, kadang menghadapi gelombang yang mengkhawatirkan. Namun kapal ini akan terus berlayar bersama seluruh kadernya,” ungkapnya.
Ariati berharap seluruh program yang telah dijalankan PP Nasyiatul Aisyiyah dapat semakin dirasakan manfaatnya hingga ke akar rumput, sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama.
“Kami menyadari masih banyak kekurangan. Karena itu kami berharap forum ini menjadi ruang bersama untuk memberikan masukan sehingga materi Muktamar dan arah gerak organisasi ke depan menjadi semakin baik,” katanya.
Sidang Pra Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah akan dilanjutkan pada Ahad (12/7/2026) dengan agenda Technical Meeting dan Forum Edukasi Pemilihan Muktamar yang dilaksanakan secara daring sebagai bagian dari persiapan menuju Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah.





0 Tanggapan
Empty Comments