Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Milad Lazismu Harus Teguhkan Semangat Berbagi dan Menghidupkan Jejak Perjuangan Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Milad Lazismu Harus Teguhkan Semangat Berbagi dan Menghidupkan Jejak Perjuangan Muhammadiyah
Imam Hambali menyerahkan bantuan kepada anak yaim di milad ke-24 Lazismu. Foto: Prass Prasetyo
pwmu.co -

Peringatan Milad ke-24 Lazismu tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut harus menjadi penguat komitmen untuk memperluas budaya berbagi sekaligus menghidupkan kembali spirit perjuangan Muhammadiyah yang sejak awal berdiri hadir untuk menghadirkan kemaslahatan bagi umat.

Hal itu ditegaskan Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Timur, Imam Hambali dalam acara Fun Walk for Philanthropy yang dipusatkan di Lodji Besar Surabaya, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Imam, rangkaian Fun Walk for Philanthropy yang menyusuri kawasan bersejarah Kampung Peneleh, Surabaya, memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar kegiatan olahraga atau wisata sejarah.

“Melalui tapak tilas tersebut, peserta diajak memahami akar perjuangan Muhammadiyah yang telah hadir jauh sebelum Indonesia meraih kemerdekaan,” kata Imam.

Dia lalu menjelaskan, diawali dengan jalan-jalan tapak tilas sejarah perjuangan Muhammadiyah sekaligus perjuangan bangsa Indonesia.

“Muhammadiyah lahir lebih dahulu dibandingkan kemerdekaan Indonesia. Ini penting untuk kita pahami bersama,” ujarnya.

Imam menjelaskan bahwa jejak sejarah yang tersimpan di Kampoeng Peneleh menyimpan banyak pelajaran tentang semangat keilmuan, dakwah, dan pengabdian yang diwariskan para pendahulu Muhammadiyah.

“Nilai-nilai itulah yang harus terus dihidupkan oleh seluruh kader dan masyarakat melalui aksi nyata yang membawa manfaat bagi sesama,” tegas dia.

Bagi Imam, esensi perjuangan Muhammadiyah adalah menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat sebagai jalan meraih rida Allah SWT.

Karena itu, semangat filantropi yang menjadi tema Milad ke-24 Lazismu merupakan bagian dari implementasi dakwah yang telah diwariskan para pendiri persyarikatan.

Milad Lazismu Harus Teguhkan Semangat Berbagi dan Menghidupkan Jejak Perjuangan Muhammadiyah
Pelayanan kesehatan gratis yang dimanfaatkan warga sekitar Peneleh. Foto: Istimewa

Imam mengajak juga seluruh peserta membiasakan diri untuk berinfak dan bersedekah dalam kondisi apa pun.

Menurutnya, Al-Qur’an memuji orang-orang bertakwa sebagai mereka yang tetap berinfak, baik ketika berada dalam kelapangan maupun saat mengalami kesempitan.

“Kita diajarkan untuk memberi, memberi, dan terus memberi. Jangan menunggu kaya baru bersedekah. Berapa pun nilainya, lakukan dengan ikhlas karena Allah akan memudahkan rezeki orang yang gemar berbagi,” tuturnya.

Imam menegaskan, sedekah bukanlah persoalan besar kecilnya nominal, melainkan konsistensi dalam membangun kebiasaan berbagi. Bahkan, sedekah dua ribu, lima ribu, atau sepuluh ribu rupiah tetap bernilai besar apabila dilakukan dengan keikhlasan.

“Sedekah itu tidak harus jutaan rupiah. Kalau kemampuan kita dua ribu, lima ribu, atau sepuluh ribu rupiah, lakukan. Yang penting dilatih terus. Kalau Allah memberikan kelapangan rezeki lebih besar, tentu sedekahnya juga bisa lebih besar,” katanya.

Berdasarkan pengalaman berdakwah yang dijalaninya selama ini, Imam mengaku belum pernah menemukan orang yang istiqamah bersedekah kemudian hidupnya dipersulit oleh Allah SWT. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

SMPM 5 Pucang SBY

Selain membiasakan berinfak, Imam juga mengingatkan pentingnya mengendalikan amarah dan mudah memaafkan kesalahan orang lain.

Menurutnya, ketiga amalan tersebut merupakan karakter orang-orang bertakwa sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, yakni gemar berinfak, mampu menahan emosi, dan lapang hati dalam memaafkan.

“Milad ke-24 Lazismu menjadi pengingat bahwa budaya memberi harus terus ditumbuhkan sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial sekaligus wujud nyata ibadah kepada Allah SWT,” tanfas Imam.

Semangat tersebut tampak nyata dalam seluruh rangkaian kegiatan milad ke 24 Lazismu tersebut. Ratusan warga bersama kader Muhammadiyah mengikuti Fun Walk for Philanthropy yang dipusatkan di Lodji Besar Surabaya.

Diawali dengan jalan sehat menyusuri kawasan bersejarah Peneleh, dilanjutkan pengajian, penyaluran santunan kepada anak yatim dan dhuafa, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, hingga makan bakso bersama dengan 1.000 porsi yang disediakan tanpa dipungut biaya.

Konsep peringatan milad tahun ini memang dirancang lebih dekat dengan masyarakat. Lazismu ingin menunjukkan bahwa gerakan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan tidak hanya berfokus pada penghimpunan dana, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung melalui berbagai program pelayanan sosial.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Achmad Naf’an, mengapresiasi dipilihnya kawasan Peneleh sebagai lokasi kegiatan.

“Wilayah tersebut merupakan salah satu titik penting dalam sejarah perkembangan Muhammadiyah di Surabaya,” katanya.

Milad Lazismu Harus Teguhkan Semangat Berbagi dan Menghidupkan Jejak Perjuangan Muhammadiyah
Antrean warga menikmati pembagian bakso gratis. Foto: Prass Prasetyo

Sejak pagi, para peserta mengikuti tur sejarah yang dipandu sejumlah pemandu untuk menelusuri jejak awal pertumbuhan Muhammadiyah di kawasan Genteng, khususnya Peneleh.

“Alhamdulillah ternyata cikal bakal Muhammadiyah itu banyak berada di daerah Genteng, khususnya kawasan Peneleh. Karena itu, tidak salah jika Lazismu wilayah memilih tempat ini untuk mengenang sekaligus menelusuri asal-usul perjuangan Muhammadiyah,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Lazismu Jawa Timur yang telah mempercayakan PCM Genteng sebagai tuan rumah. Menurutnya, mengenalkan sejarah kepada generasi muda merupakan langkah penting agar semangat perjuangan para pendahulu Muhammadiyah terus hidup dan menjadi inspirasi bagi gerakan dakwah masa kini.

Melalui tema filantropi yang diusung pada Milad ke-24, Lazismu kembali menegaskan perannya sebagai lembaga amil zakat yang tidak hanya menghimpun dana, tetapi juga menggerakkan solidaritas sosial melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Selama lebih dari dua dekade, manfaat zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Lazismu terus menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah, sekaligus menumbuhkan budaya gotong royong dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bangsa. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 05/07/2026 14:46
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu