Siswa-siswi kelas 1 SD Aisyiyah 1 Nganjuk mengikuti kegiatan outing class selama dua hari, Selasa-Rabu (8-9/6/2026). Kegiatan ini menjadi sarana penyegaran sekaligus pembelajaran yang menyenangkan setelah para siswa menyelesaikan Asesmen Sumatif Akhir Tahun.
Sebanyak 128 siswa mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang menggabungkan unsur budaya, kreativitas, dan keterampilan hidup, mulai dari belajar membuat batik ikat hingga praktik mengolah ayam geprek.
Kegiatan hari pertama diawali dengan praktik membuat batik ikat sederhana bersama pengrajin batik lokal, Sri Suwarsih (69), di Griya Batik Sri Siji, Perumnas Candirejo Blok GG-10, Nganjuk.
Kedatangan para siswa disambut hangat oleh Sri Suwarsih yang merasa bangga melihat generasi muda mulai mengenal dan mencintai warisan budaya bangsa sejak usia dini.
Dengan penuh rasa ingin tahu, para siswa menyimak setiap tahapan pembuatan batik ikat, mulai dari melipat kain, mengikat menggunakan karet, hingga proses pewarnaan yang menghasilkan motif unik dan menarik.
Sri Suwarsih dengan sabar membimbing para siswa dalam setiap proses pembuatan. Tangan-tangan kecil mereka tampak antusias mencoba berbagai tahapan membatik sambil sesekali mengungkapkan kekaguman saat melihat warna-warni mulai menghiasi kain yang mereka buat sendiri.
Meski baru pertama kali mencoba, para siswa tidak ragu berkreasi dan menuangkan ide mereka dalam setiap motif yang dihasilkan.
“Karya batik itu lahir dari proses yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kreativitas,” ujar pemilik Griya Batik Sri Siji tersebut.
Menurutnya, pengalaman membatik tidak hanya mengenalkan budaya Indonesia, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kesabaran dan ketekunan kepada anak-anak.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses belajar dapat berlangsung dengan cara yang menyenangkan. Selain memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru, para siswa juga belajar bekerja sama, berani mencoba, serta menghargai hasil karya sendiri maupun teman-temannya.
Pada hari kedua, para siswa diajak mengeksplorasi dunia kuliner melalui praktik membuat ayam geprek di Ayam Geprek Sa’i (AGS) yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Nomor 291, Winong, Ploso, Nganjuk.
Kegiatan diawali dengan doa bersama dan salat Dhuha berjamaah. Setelah itu, area outlet disulap menjadi ruang belajar yang penuh keceriaan.
Mengenakan apron dan topi koki khas AGS, para siswa tampak bersemangat mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh tim chef AGS.
Mereka diperkenalkan dengan berbagai bahan, bumbu, peralatan, serta tahapan pembuatan ayam geprek. Dalam kelompok-kelompok kecil, siswa belajar mencampur adonan, melumuri daging ayam dengan tepung dan bumbu, hingga menyiapkan bahan untuk proses penggorengan.
Dengan menggunakan sarung tangan plastik agar tetap higienis, para siswa mengikuti setiap arahan dengan penuh antusias. Mereka tampak bangga memamerkan hasil olahan yang telah dibuat bersama teman-temannya.
Sambil menunggu proses penyelesaian ayam geprek, tim AGS mengajak siswa mengikuti lomba mewarnai yang semakin menambah suasana ceria. Kegiatan tersebut semakin meriah ketika beberapa siswa berhasil meraih piala sebagai juara lomba.
Kegiatan outing class ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa kelas 1 SD Aisyiyah 1 Nganjuk.
Melalui aktivitas membatik dan mengolah makanan, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kemandirian, kerja sama, dan keberanian mencoba hal-hal baru.
Di akhir kegiatan, setiap siswa membawa pulang paket ayam geprek hasil karya mereka sendiri sebagai bentuk apresiasi atas proses belajar yang telah dijalani.
Pengalaman nyata yang bermakna tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar serta kecintaan anak-anak terhadap budaya dan keterampilan hidup yang bermanfaat di masa depan.






0 Tanggapan
Empty Comments