Sebanyak 25 perempuan dari berbagai organisasi kemasyarakatan mengikuti Pelatihan Merangkai Bunga yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Batu bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Masjid Padhang Makhyar, Desa Gunungsari, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program SWA-RTA (Sekolah Wirausaha Aisyiyah–Rumah Terampil Aisyiyah) yang berfokus pada pengembangan ekonomi kreatif berbasis florikultura.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Gunungsari melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Florikultura”. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan keterampilan tambahan kepada masyarakat dalam mengolah potensi bunga yang menjadi salah satu komoditas unggulan Desa Gunungsari.
Desa Gunungsari dikenal sebagai salah satu sentra florikultura di Kota Batu. Berbagai jenis bunga, termasuk mawar, diproduksi dan dipasarkan ke berbagai daerah. Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada cara meningkatkan nilai tambah produk florikultura melalui keterampilan merangkai bunga.
Tim Pengabdian Masyarakat UMM yang terlibat dalam kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Tri Sulistyaningsih, M.Si., bersama Muhammad Kamil, M.A., dan Dr. Tutik Sulistyowati, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Tri menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan produk lokal agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Ketua PDA Kota Batu, Nurul Wahidah, juga menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Bunga yang indah adalah simbol kebahagiaan. Melalui pelatihan ini, kita ingin keindahan mawar Gunungsari tidak hanya memanjakan mata, tapi juga membawa kesejahteraan dan keceriaan di dapur-dapur keluarga kita.”
Peserta pelatihan terdiri atas anggota Aisyiyah tingkat daerah hingga ranting, Nasyiatul Aisyiyah (NA), kader PKK Desa Gunungsari, serta perwakilan organisasi perempuan lainnya. Mereka mendapatkan materi dan praktik langsung mengenai teknik merangkai bunga.
Pelatihan dipandu oleh Karsamsudi, praktisi florikultura yang memberikan materi mengenai pemilihan kombinasi warna, teknik penataan bunga, serta cara menjaga kesegaran bunga agar hasil rangkaian memiliki kualitas yang baik. Dalam sesi praktik, peserta membuat berbagai bentuk rangkaian, termasuk buket bunga (hand bouquet) dan dekorasi bunga sederhana.
Kegiatan ini juga diarahkan untuk membuka peluang usaha baru berbasis florikultura. Selama ini, sebagian besar bunga mawar dipasarkan dalam bentuk bunga potong. Melalui pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, seperti buket bunga, dekorasi meja, dan rangkaian bunga untuk berbagai kebutuhan acara.
Program SWA-RTA menjadi salah satu bentuk pemberdayaan perempuan yang mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi keluarga. Melalui program tersebut, peserta diharapkan mampu memanfaatkan potensi lokal yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
PDA Kota Batu dan UMM berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal terbentuknya kegiatan ekonomi kreatif berbasis florikultura yang berkelanjutan. Selain meningkatkan keterampilan masyarakat, program ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi Desa Gunungsari sebagai sentra produksi dan pengolahan bunga di Kota Batu. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments