Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bondowoso Bidang Pendidikan merumuskan tujuh strategi untuk memperkuat pengelolaan sekolah Muhammadiyah menghadapi tahun ajaran 2026/2027.
Strategi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) tiga bulanan yang diikuti seluruh kepala dan pengelola Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kabupaten Bondowoso. Kegiatan berlangsung di SMK Muhammadiyah 1 Bondowoso atau SMK MUTU, Sabtu (29/8/2026).
Rakor tersebut menjadi forum untuk memperkuat konsolidasi internal, mengevaluasi kinerja, sekaligus menyelaraskan arah kebijakan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Bondowoso.
Agenda diawali dengan pemaparan laporan dari masing-masing kepala sekolah mengenai dinamika dan perkembangan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Laporan tersebut menjadi bahan pemetaan bagi Majelis Dikdasmen dan PNF untuk melihat daya serap masyarakat serta kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia di sekolah dan madrasah Muhammadiyah dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Bondowoso, Agus Nurwahyudi, dalam sambutan dan arahannya menekankan pentingnya sinergi antar-Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan.
Menurutnya, peningkatan mutu tata kelola sekolah juga menjadi bagian penting agar lembaga pendidikan Muhammadiyah tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Sinergi antar-Amal Usaha Muhammadiyah Pendidikan adalah kunci utama kekuatan kita. Sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah harus berjalan bergandengan tangan, terus meningkatkan kualitas pelayanan serta mutu tata kelola agar senantiasa relevan, unggul, dan menjadi pilihan utama masyarakat di tengah dinamika perkembangan zaman,” ujar Agus Nurwahyudi.
Penguatan kerja sama antar-AUM tersebut menjadi salah satu perhatian dalam rakor, terutama dalam menghadapi kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia pendidikan.
Materi utama rakor disampaikan Wakil Ketua PDM Bondowoso Bidang Pendidikan, Imam Suparto. Ia memaparkan “Tujuh Strategi Sekolah Muhammadiyah Hadapi Tahun Pelajaran 2026/2027”.
Tujuh strategi tersebut meliputi:
1. Memperkuat branding sekolah
Setiap sekolah perlu memiliki identitas dan keunggulan yang jelas sehingga mampu bersaing dengan sekolah lainnya.
2. Merancang kurikulum yang menarik dan memberdayakan
Kurikulum sekolah dirancang secara menarik, mendalam, dan menggembirakan sekaligus mampu memberdayakan peserta didik agar siap menghadapi tantangan masa depan.
3. Digitalisasi manajemen sekolah
Pemanfaatan sistem digital dalam administrasi, pengelolaan data siswa, keuangan, akademik, hingga komunikasi dengan orang tua siswa dinilai dapat membuat tata kelola sekolah lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
4. Meningkatkan tata kelola dan pelayanan prima
Kualitas pelayanan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pandangan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.
5. Berinvestasi pada pengembangan SDM
Kualitas sekolah sangat bergantung pada kualitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang dimiliki.
6. Menghadirkan sarana dan prasarana yang unggul
Sekolah Muhammadiyah perlu terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana agar mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, aman, dan nyaman.
7. Memaksimalkan publikasi dan media sosial
Sekolah didorong memanfaatkan publikasi dan media sosial dengan semangat “Tampilkan kebaikan, bangun kepercayaan.”
Imam Suparto menekankan bahwa menghadapi tahun pelajaran 2026/2027 diperlukan pola kerja yang lebih adaptif dan inovatif.
“Menghadapi tahun pelajaran 2026/2027, kita tidak boleh lagi menggunakan pola kerja biasa. Sekolah Muhammadiyah harus berani berinovasi dan menerapkan langkah-langkah terukur demi melahirkan generasi yang unggul secara akademis sekaligus kokoh secara karakter keislaman. Bersama Muhammadiyah, kita berkomitmen membangun pendidikan berkemajuan untuk Indonesia yang beradab dan mencerahkan,” tutur Imam Suparto.
Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh peserta menyepakati komitmen bersama untuk menerapkan tujuh langkah strategis sekolah Muhammadiyah dalam menghadapi tahun ajaran 2026/2027 secara maksimal dan istiqamah.





0 Tanggapan
Empty Comments