Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pengasuh Ponpes Al-Ishlah Lepas Santri Kelas IX SMPM 12 Sendangagung, Inilah Pesannya

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Pengasuh Ponpes Al-Ishlah Sendangagung, Drs KH Muhammad Dawam Saleh saat memberi pesannya kepada santri kelas IX SMPM 12 Sendangagung, Sabtu 10 Mei 2025 (Gondo Waloyo/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlah, Drs KH Muhammad Dawam Saleh melepas santri kelas IX SMPM 12 Sendangagung dalam acara yang digelar di depan Gedung KH Ahmad Dahlan SMPM 12 Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur, Sabtu (10/5/2026).

Kegiatan yang diikuti kurang lebih seribu hadirin ini beragendakan utama: menyimak pesan kiai dan pemberian penghargaan bagi santri berprestasi, baik di bidang akademik di SMPM 12 dan di Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) Al-Ishlah maupun hafalan Alquran dan acara ini juga ajang silaturrahim bagi wali santri pondok Ponpes Al-Ishlah dan SMPM 12 Sendangagung.

Sebelum berpesan, kiai yang akrab disapa Ustadz Dawam ini mengisahkan tentang awal mula SMPM 12 ini sebelum ada pondok dan saat dia menjadi Kepala Sekolah SMPM 12 Sendangagung.

Kiai yang sekaligus pendiri ponpes Al-Ishlah tahun 1986 ini menceritakan bahwa SMPM 12 Sendangagung ini pernah mengalami krisis tidak punya murid, pengurus Muhammadiyah hampir putus asa karena murid hanya datang dari warga Muhammadiyah Sendangagung saja dan bshkan pernah hanya berjumlah 12 murid.

Lanjutnya, setelah berdiri Ponpes Al-Ishlah maka jumlah murid SMPM 12 Sendangagung merangkak naik dsn kini menjadi jumlah yang spektakuler 1200 lebih, yang menurut Prof Dr Dien Syamsuddin ini jumlah murid SMPM terbesar yang dia ketahui. “Untuk itu ini patut kita syukuri dengan menjaga mutu pondok Ponpes Al-Ishlah dan SMPM 12 ini,” pintanya.

Dalam pesannya kepada santri, Ustadz Dawam mengajak agar anak-anak tetap istiqamah ibadah, belajar dan terus mengembangkan diri.

SMPM 5 Pucang SBY

“Tetap rajin belajar istiqamah membaca Alquran dan jaga shalat wajib dan sunah, tetap biasakan puasa sunah dan sekolah ingat materi kuliah shubuh yang diberikan selama 7 menit atau lebih,” pesan kiai yang sekaligus Anggota Badan Wakaf Pondok Modern Darus Salam Gontor ini.

“Alumni Al-Ishlah banyak yang sukses dengan .engamaljan pesan kuliah shubuh saya, banyak yang saat ini mapan dan sukses kemudian menyampaikan keberhasilan dirinya karena selalu ingat pesan dalam kuliah shubuh,” tandas kiai kelahiran 1953 ini.

Alumnus UGM Fakultas Filsafat lulus tahun 1983 ini juga menaruh harapan besar bahwa santri Al-Ishlah akan terwujud keinginannya menjadi shalih shalihah orang yang saleh , alim Alimah (pandai), najih najihah,(berhasil) nafi’ Nafiah (berguna), mutaqadim mutaqadfimah (maju). (*)

Penulis Gondo Waloyo Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu