Posko Muhammadiyah yang didirikan untuk mendukung pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, resmi mengakhiri seluruh rangkaian pelayanannya pada Ahad (30/8/2026).
Selama pelaksanaan Muktamar, Posko Muhammadiyah tidak hanya memberikan pelayanan konsumsi, tetapi juga menyiagakan layanan kesehatan, ambulans, serta personel pengamanan untuk membantu kelancaran kegiatan dan memberikan pelayanan kepada para muktamirin maupun masyarakat.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jombang, Abdul Malik, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pelayanan Posko Muhammadiyah berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Posko Muhammadiyah untuk mendukung Muktamar NU ke-35 berjalan lancar. Apa yang kami lakukan semata-mata sebagai bentuk silaturahmi, ukhuwah, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Abdul Malik.
Bakso Melebihi Target
Salah satu layanan yang paling banyak diminati masyarakat adalah pembagian bakso gratis.
Menurut Abdul Malik, pada awalnya panitia menargetkan penyediaan sekitar 10.000 mangkok bakso. Namun dalam pelaksanaannya, jumlah tersebut justru terlampaui.
“Rencana awal kami 10.000 mangkok bakso. Alhamdulillah realisasinya mencapai 12.600 mangkok,” ungkapnya.
Kebutuhan bakso tersebut didukung oleh Lazismu PWM sebagai bagian dari dukungan konsumsi selama berlangsungnya Muktamar NU ke-35.
Tingginya jumlah bakso yang tersalurkan menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat dan muktamirin yang datang ke kawasan Muktamar.
Ribuan Telur Rebus Ludes
Selain bakso, Posko Muhammadiyah juga menyediakan 10.000 butir telur rebus. Seluruh telur tersebut habis dibagikan kepada masyarakat dan para muktamirin. Abdul Malik menjelaskan, penyediaan telur mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak.
“Telur sebanyak 10.000 butir habis. Ini merupakan bantuan dari PDM Kabupaten Blitar, PT Pokphand, PT SKM, Amaliah Farm, dan Abi Farm Jombang,” jelasnya.
Dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pelayanan konsumsi dapat berjalan secara maksimal selama Muktamar.
Sepuluh Ambulans dan Tim Medis Disiagakan
Tidak hanya konsumsi, aspek kesehatan juga menjadi perhatian Posko Muhammadiyah. Sebanyak 10 mobil ambulans disiagakan selama pelaksanaan kegiatan, lengkap dengan tim medis.
Tenaga kesehatan tersebut berasal dari jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM), yakni dari RSM Jombang, RSM Nganjuk, RSM Kediri, RSM Madiun, RSM Lamongan, dan RSM Sidoarjo.
“Untuk layanan kesehatan kami menyiapkan 10 ambulans beserta tim medis. Mereka berasal dari rumah sakit Muhammadiyah di beberapa daerah,” kata Abdul Malik.
Kehadiran ambulans dan tim medis tersebut menjadi bagian penting dalam mengantisipasi kebutuhan kesehatan di tengah konsentrasi massa yang cukup besar selama Muktamar berlangsung.
Dukungan pengamanan juga menjadi bagian dari pelayanan Posko Muhammadiyah. Sebanyak 150 personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) diterjunkan untuk membantu pengamanan dan pelayanan di sekitar kawasan kegiatan.
Personel tersebut berasal dari berbagai daerah, di antaranya PDM Jombang, PDM Surabaya, PDM Tuban, PDM Blitar, PDM Jombang, PDM Kediri, PDM Malang, PDM Nganjuk, Danwil Jatim, serta Dannas Jakarta.
Selain Kokam, sebanyak 50 personel Tapak Suci Putera Muhammadiyah Jombang juga ikut terlibat dalam mendukung kegiatan.
Menurut Abdul Malik, keterlibatan personel dari berbagai daerah tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan di lingkungan Muhammadiyah.
“Teman-teman datang dari berbagai daerah untuk membantu. Ini bentuk kebersamaan dan kepedulian Muhammadiyah dalam mendukung kelancaran Muktamar NU,” tuturnya.
Didukung PWM, PDM, Sponsor dan Donatur
Abdul Malik menyampaikan bahwa seluruh operasional Posko Muhammadiyah didukung oleh berbagai pihak. Sumber dana operasional berasal dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), PDM Jombang, sponsor, serta bantuan perorangan.
“Operasional posko didukung oleh PWM, PDM Jombang, sponsor, dan juga perorangan. Semua bergerak bersama sehingga pelayanan ini bisa berjalan,” katanya.
Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi dapat diwujudkan melalui gotong royong berbagai elemen.
Bentuk Ukhuwah Muhammadiyah dan NU
Abdul Malik menegaskan bahwa keberadaan Posko Muhammadiyah dalam momentum Muktamar NU ke-35 bukan untuk mencampuri urusan internal organisasi NU.
Muhammadiyah hadir dalam kapasitas sebagai saudara dan bagian dari masyarakat yang ingin memberikan dukungan melalui pelayanan.
“Kami tidak datang untuk ikut menentukan siapa yang menjadi Ketua Umum NU. Kami datang untuk membantu, melayani, dan menjaga silaturahmi,” tegas Abdul Malik.
Menurutnya, perbedaan organisasi tidak seharusnya menjadi penghalang untuk berbuat baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Muktamar NU ke-35 menjadi momentum yang memperlihatkan bahwa NU dan Muhammadiyah dapat bersinergi dalam urusan kemanusiaan dan pelayanan sosial, meskipun keduanya memiliki tradisi dan karakter organisasi masing-masing.
Posko Ditutup, Semangat Pelayanan Berlanjut
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan Posko Muhammadiyah pada 30 Agustus 2026, Abdul Malik menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat.
Mulai dari relawan, tenaga medis, Kokam, Tapak Suci, Lazismu, rumah sakit Muhammadiyah, sponsor, donatur, hingga seluruh unsur Muhammadiyah yang ikut membantu.
“Terima kasih kepada seluruh relawan dan semua pihak yang telah mendukung. Ini adalah kerja bersama. Semoga apa yang kita lakukan menjadi amal dan membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Selama beberapa hari mendampingi pelaksanaan Muktamar NU ke-35, Posko Muhammadiyah telah menunjukkan bahwa ukhuwah tidak harus diwujudkan melalui kata-kata besar.
Kadang ukhuwah hadir dalam semangkuk bakso, sebutir telur, layanan kesehatan, ambulans, dan tenaga relawan yang bersedia hadir untuk membantu.
Muktamar NU boleh berakhir, tetapi semangat persaudaraan dan pelayanan untuk umat diharapkan terus berlanjut. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments