Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Program Bug Bounty Kemendikdasmen Sabet Penghargaan Dunia WSIS Prizes 2026

Iklan Landscape Smamda
Program Bug Bounty Kemendikdasmen Sabet Penghargaan Dunia WSIS Prizes 2026
Ketahanan Siber Pendidikan Menguat, Bug Bounty Kemendikdasmen Raih Pengakuan Dunia
pwmu.co -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat ketahanan siber sektor pendidikan melalui penyelenggaraan Program Bug Bounty 2026 dan EDUCSIRT Summit 2026 yang mengusung tema “Build Cyber Resilience”.

Melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kemendikdasmen mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk membangun ekosistem pendidikan digital yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi lintas satuan kerja serta peningkatan kapasitas seluruh pemangku kepentingan.

“Program Bug Bounty tidak hanya memberikan dampak nyata, tetapi juga membanggakan Indonesia di tingkat internasional. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan pendidikan digital yang aman, andal, dan tangguh,” ujar Suharti dalam keterangan resmi, Minggu (21/6/2026).

Kepala Pusdatin Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menjelaskan bahwa Bug Bounty merupakan program pelopor tata kelola keamanan siber berbasis sektor pemerintahan di Indonesia. Program ini memberikan ruang legal bagi warga pendidikan untuk berkontribusi sebagai peneliti keamanan atau ethical hacker dalam menemukan dan melaporkan kerentanan sistem secara bertanggung jawab.

“Keamanan siber bukan hanya persoalan teknis. Partisipasi semesta sangat dibutuhkan untuk menjamin ketersediaan dan keberlangsungan layanan pendidikan,” kata Wibowo Mukti.

Penyelenggaraan Bug Bounty 2026 yang berlangsung pada 6 April hingga 25 Mei mencatatkan capaian tertinggi sejak pertama kali digelar. Sebanyak 1.626 peserta mengikuti program tersebut, meningkat sekitar 619 persen dibandingkan tahun 2022 yang diikuti 226 peserta.

Secara kumulatif sejak 2022, sebanyak 3.338 peretas etis dari seluruh 34 provinsi telah berpartisipasi menguji keamanan 68 aplikasi strategis Kemendikdasmen. Upaya tersebut berkontribusi dalam memperkuat perlindungan data puluhan juta peserta didik dan jutaan pendidik di Indonesia.

Ke depan, Pusdatin Kemendikdasmen berencana mengembangkan Bug Bounty menjadi platform berkelanjutan yang dapat diakses sepanjang tahun melalui situs Aman Bersama.

Prestasi program tersebut juga mendapatkan pengakuan internasional. Pada 2026, Bug Bounty Pusdatin Kemendikdasmen berhasil terpilih sebagai Champion WSIS Prizes 2026, penghargaan tingkat dunia yang diselenggarakan dalam forum World Summit on the Information Society (WSIS) di bawah koordinasi International Telecommunication Union (ITU) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

SMPM 5 Pucang SBY

Penghargaan tersebut dinilai menjadi pengakuan atas kontribusi Indonesia dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 9 mengenai inovasi serta infrastruktur yang tangguh.

Dalam rangkaian EDUCSIRT Summit 2026, peserta yang berasal dari kalangan siswa, mahasiswa, guru, dan dosen juga mendapatkan pembekalan mengenai tantangan keamanan siber di era kecerdasan artifisial (AI).

Praktisi keamanan digital forensik Joshua M. Sinambela menekankan pentingnya pemanfaatan AI untuk memperkuat sistem keamanan dan mendukung langkah-langkah pencegahan terhadap ancaman siber yang terus berkembang.

Sementara itu, Tenaga Ahli Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Donny Budi Utoyo, mengingatkan bahwa manusia tetap memiliki keunggulan berupa kebijaksanaan, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis di tengah kemajuan teknologi AI.

“Manusia tidak dapat digantikan AI, namun manusia yang tidak memakai AI akan tergantikan oleh mereka yang memanfaatkan AI,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Kemendikdasmen memberikan penghargaan kepada 12 peserta terbaik dari kategori siswa, mahasiswa, guru, dan dosen. Para pemenang menerima sertifikat nasional dan uang pembinaan dengan total nilai Rp200 juta.

Mereka juga akan bergabung dalam komunitas Manggala Edu, sebuah wadah kolaborasi yang menghimpun talenta-talenta keamanan siber dari berbagai latar belakang pendidikan di Indonesia.

Revisi Oleh:
  • Satria - 21/06/2026 16:35
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu