Jejak Perjuangan Menginspirasi, Santri Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Belajar Kaderisasi Langsung dari Tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah Purworejo (Miftahul Karomah/PWMU.CO)
pwmu.co -
Santri Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo mengikuti program Silaturahmi Kader dengan mengunjungi tokoh Muhammadiyah, Aisyiyah, dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di wilayah tempat tinggal masing-masing selama (26/6/2026) hingga (11/7/2026). Program ini menjadi bagian dari pembelajaran kaderisasi di luar kelas.
Melalui kegiatan tersebut, santri berkesempatan berdialog langsung dengan para tokoh Persyarikatan untuk memahami sejarah gerakan Muhammadiyah di daerah, menyimak pengalaman dakwah, serta menyerap nilai-nilai kepemimpinan dan pengabdian.
Program Silaturahmi Kader telah menjadi tradisi pendidikan kader di Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo. Kegiatan ini dirancang sebagai media pembelajaran kontekstual yang mempertemukan generasi muda Muhammadiyah dengan generasi pendahulu.
Dalam setiap kunjungan, santri berdialog mengenai perjalanan dakwah para tokoh, tantangan yang dihadapi dalam menggerakkan Persyarikatan, serta pesan-pesan yang relevan bagi kader muda dalam menghadapi perkembangan zaman.
Melalui interaksi tersebut, santri memperoleh gambaran nyata bahwa perjuangan Muhammadiyah dibangun melalui keikhlasan, konsistensi, dan semangat berkhidmat kepada umat. Pengalaman para tokoh menjadi sumber inspirasi bagi santri untuk membangun karakter tangguh, visioner, dan siap melanjutkan perjuangan Persyarikatan.
Program Silaturahmi Kader Perkuat Pembelajaran Santri Darul Arqom
Guru Pendidikan Kemuhammadiyahan Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo, Akhmad Maulidin Musdani, menjelaskan bahwa program ini telah menjadi bagian dari sistem kaderisasi pondok sejak awal berdirinya.
“Program ini telah berjalan selama tujuh tahun sejak pondok ini didirikan. Kami ingin para santri tidak hanya mengenal Muhammadiyah melalui buku pelajaran, tetapi juga belajar langsung dari para pelaku perjuangan yang telah mengabdikan hidupnya untuk Persyarikatan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa beberapa alumni pondok melanjutkan aktivitas kaderisasi di organisasi otonom Muhammadiyah, seperti Pemuda Muhammadiyah dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah di daerah tempat tinggal mereka.
“Beberapa santri setelah lulus melanjutkan aktivitas organisasinya di Pemuda Muhammadiyah maupun Ikatan Pelajar Muhammadiyah di daerah tempat tinggal mereka. Ini menunjukkan bahwa kaderisasi tidak berhenti ketika mereka lulus dari pondok, tetapi terus berlanjut di tengah masyarakat,” katanya.
Kepala SMP Muhammadiyah Jono, Erlinda Windiastranti, M.Pd., menilai bahwa kegiatan silaturahmi tersebut menjadi jembatan yang mempertemukan generasi muda dengan para sesepuh Muhammadiyah.
“Program liburan ini bertujuan menjalin silaturahmi antara santri dengan pengurus Muhammadiyah terdekat sesuai domisili mereka. Selain itu, kegiatan ini menjadi jembatan yang mendekatkan generasi muda dengan para sesepuh Muhammadiyah sehingga terjadi transfer pengalaman dan nilai perjuangan,” katanya.
Program Silaturahmi Kader Perkuat Pembelajaran Santri Darul Arqom
Sementara itu, Direktur Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo, Ustaz Dr. (Cand.) Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan, S.Th.I., MIRKH., menyampaikan bahwa program Silaturahmi Kader memiliki landasan spiritual yang kuat, yaitu ajaran Rasulullah Saw tentang pentingnya menjalin silaturahmi.
“Program kunjungan santri kepada tokoh Muhammadiyah ini berangkat dari pesan Rasulullah Saw bahwa barang siapa ingin diperluas rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya menyambung silaturahmi. Karena itu, para santri memanfaatkan masa liburan dengan bersilaturahmi kepada tokoh Muhammadiyah di Kabupaten Purworejo,” tuturnya.
Selama kunjungan berlangsung, para santri mendengarkan berbagai kisah perjuangan para tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah, mulai dari proses membangun amal usaha, mengembangkan dakwah di masyarakat, hingga menghadapi tantangan sosial yang terus berubah dari masa ke masa.
Para tokoh juga menyampaikan pesan agar generasi muda Muhammadiyah tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan zaman. Mereka menekankan pentingnya menjaga integritas, memperkuat akhlak, meningkatkan kapasitas keilmuan, serta aktif berorganisasi sebagai sarana belajar kepemimpinan dan pengabdian.
Bagi Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga dari lahirnya kader-kader Muhammadiyah yang memiliki komitmen kuat terhadap dakwah dan kemajuan umat.
Melalui program Silaturahmi Kader, pondok berharap para santri semakin memahami sejarah dan dinamika Persyarikatan Muhammadiyah, serta meneguhkan tekad untuk menjadi kader yang siap melanjutkan estafet dakwah amar makruf nahi mungkar. (*)
Program Silaturahmi Kader Perkuat Pembelajaran Santri Darul Arqom
0 Tanggapan
Empty Comments