Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menyelenggarakan workshop bertajuk “Elevating ICP Excellence: Global Benchmarking, Digital Transformation, and Pedagogical Mastery” di Aston Solo Hotel, Sabtu (25/4/2026).
Workshop ini menjadi bagian dari strategi PWM Jawa Tengah dalam memperkuat kapasitas sekolah Muhammadiyah untuk mengembangkan International Class Program (ICP) yang unggul, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Kegiatan diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta guru bidang IPA, Matematika, dan Bahasa Inggris.
Sekretaris Majelis Dikdasmen & PNF PWM Jawa Tengah, Rohmat Suprapto, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan ICP merupakan program prioritas Muhammadiyah untuk mendorong peningkatan kualitas sekolah menuju kategori unggul dan premium.
PWM Jawa Tengah menargetkan sedikitnya 35 sekolah ICP di berbagai jenjang pendidikan sebagai langkah strategis menuju terwujudnya International School of Muhammadiyah (ISM).
Menurut Rohmat, penguatan ICP tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga mencakup transformasi tata kelola sekolah, penguatan sumber daya manusia, digitalisasi layanan pendidikan, serta pembentukan karakter siswa.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen & PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, R. Alpha Amirrachman, menegaskan bahwa internasionalisasi pendidikan Muhammadiyah harus dipahami sebagai strategi peningkatan mutu secara menyeluruh, bukan sekadar penggunaan label internasional.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan ICP bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu global benchmarking, transformasi digital, dan penguasaan pedagogi (pedagogical mastery).
Standar internasional seperti Global Scale of English (GSE) dan Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) digunakan sebagai tolok ukur objektif kualitas pembelajaran, sementara transformasi digital diarahkan untuk memperkuat pembelajaran, asesmen, dan manajemen sekolah berbasis data.
Dalam aspek pedagogi, pendekatan pembelajaran didorong menuju model student-centered learning melalui penerapan active learning dan deep learning.
Alpha menekankan bahwa penerapan standar global harus tetap berpijak pada nilai-nilai Islam Berkemajuan sebagai identitas utama pendidikan Muhammadiyah.
Workshop dilanjutkan dengan sesi paralel yang dibagi berdasarkan kebutuhan peserta. Kepala sekolah mengikuti pembahasan manajemen strategis dan pengelolaan sekolah berbasis data.
Guru Bahasa Inggris mendalami penguatan pedagogi modern serta pemanfaatan teknologi dan AI dalam asesmen. Sementara guru IPA dan Matematika mempelajari integrasi teknologi dalam pembelajaran sains dan numerasi.
Kegiatan ditutup dengan sesi pleno berupa penyusunan action plan pengembangan ICP di sekolah masing-masing, dengan tahapan kesiapan, penguatan kapasitas, dan pengembangan berkelanjutan.
Workshop ini terselenggara melalui kolaborasi antara Majelis Dikdasmen & PNF PWM Jawa Tengah dengan Pearson, CNL Books, dan Praxis Publishing Singapore.
Melalui kegiatan ini, PWM Jawa Tengah berharap sekolah Muhammadiyah mampu menjadi model pendidikan unggul yang adaptif terhadap perubahan global, berdaya saing internasional, serta tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments