Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Prof Sukadiono: Resep Qur’an agar Orang Kaya Terhindar dari Adzab Gelisah Hati

Iklan Landscape Smamda
Prof Sukadiono: Resep Qur’an agar Orang Kaya Terhindar dari Adzab Gelisah Hati
Prof Sukadiono saat mengisi Pengajian Ahad Pagi Matahari Terbit di Masjid Jenderal Sudirman, PCM Gubeng Surabaya (Foto: dok/PWMU.CO)
pwmu.co -

Banyak orang kaya yang ternyata hatinya tidak bisa damai. Selalu gelisah. Sebaliknya ada orang yang hidupnya biasa-biasa saja, tapi hatinya tenang dan damai. Al-Qur’an telah memberi resep ampuh bagaimana agar orang kaya itu terhindar dari adzab yang berupa hati gelisah.

Demikian salah satu isi ceramah Prof Dr dr Sukadiono MM dalam Pengajian Ahad Pagi Matahari Terbit, di Masjid Jenderal Sudirman Surabaya, Ahad (07/06/2026). Disebutkan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur ini, perbedaan orang kaya yang gelisah dan orang biasa yang damai, perbedaannya terletak pada rasa syukur.

“Rasa syukur kepada Allah swt yang membuat hati damai atau tidak. Gelisah atau tenang. Bahwa semakin banyak kita bersyukur, hati kita akan bertambah damai,” demikian papar Sukadiono di depan jamaah yang memadati masjid.

Bagaimana cara bersyukur orang yang punya kelebihan kekayaan? “Cara bersyukurnya adalah suka berbagi, suka berinfaq, bersedekah, dan berkurban. Intinya, meningkatkan keshalehan sosial kita dalam kehidupan sehari-hari.”

Dengan mengutip surat Al-Kautsar ayat 1-3, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu menuturkan, bahwa Allah swt telah memberi banyak kenikmatan kepada hambanya. Lantas diperintahkan untuk memperbaiki keshalehan pribadi dan keshalehan sosial.

“Perintah salat adalah perintah agar kita menjadi pribadi yang menjaga hubungan yang baik dengan Allah swt. Pada saat bersamaan, kita juga diperintah untuk berkurban. Simbol agar kita juga menjaga hubungan sosial yang baik dengan masyarakat sekitarnya terutama yang membutuhkan bantuan.

Tidak ketinggalan, Sukadiono juga mengutip Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 147. Maa yaf‘alullaahu bi ‘adzaabikum in syakartum wa aamantum, wa kaanallaahu syaakiran ‘aliimaa. Yang terjemahannya adalah Allah tidak akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman. Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.

SMPM 5 Pucang SBY

“Ayat ini menegaskan bahwa selama seseorang itu bersyukur, maka dia akan dijauhkan dari adzab gelisah hati. Sementara hati yang tidak damai, hati yang gelisah, merupakan salah satu bentuk adzab,” jelas Sukadiono.

Karena itu, Sukadiono mengajak para jamaah yang hadir untuk banyak bersyukur. Salah satu caranya, lebih-lebih pada orang yang diberi kelebihan harta, adalah menjadi orang yang tidak medit,tidak pelit, suka berbagi, suka bersedekah, berinfaq, dan sejenisnya.

Pada saat yang sama, Sukadiono juga mengingatkan bagaimana cara bersyukur untuk orang yang menerima bantuan dari orang lain. Sama halnya orang kaya yang ada cara bersyukur, orang yang menerima pun sama.

“Bagi yang menerima pun juga ada cara bersyukurnya. Kalau diberi oleh seseorang, juga harus berterima kasih. Ucapkankah terima kasih kepada orang yang telah memberi kita,” tukas Sukadiono.

Pengajian Ahad Pagi Matahari Terbit merupakan acara rutin Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gubeng, Kota Surabaya. Melalui Majelis Tabligh, acara bertempat di Masjid Jenderal Sudirman, Jl. Dharmawangsa Dalam Selatan No.2 Surabaya. Diselenggarakan setiap hari Ahad pertama di setiap bulannya.

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 08/06/2026 13:47
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu