Rumah Sakit Muhammadiyah Babat (RSMB) akan memasuki babak baru dalam pelayanan kesehatan. Gedung baru setinggi sembilan lantai yang dibangun selama beberapa tahun dijadwalkan diresmikan pada Agustus 2026.
Peresmian ini menjadi tonggak penting transformasi RSMB menjadi rumah sakit yang lebih modern, berkapasitas besar, dan siap menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Lamongan serta kawasan Pantura Jawa Timur.
Ketua Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof. Dr. Mundakir, S.Kep, Ns, M.Kep, FISQua menegaskan, kehadiran gedung baru tersebut merupakan buah dari ikhtiar panjang Muhammadiyah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu, berkeadilan, dan berkemajuan.
“Alhamdulillahirabbil ‘alamin, berdirinya Rumah Sakit Muhammadiyah Babat merupakan hasil ikhtiar besar dakwah Muhammadiyah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang bermutu, berkeadilan, dan berkemajuan,” ujarnya kepada PWMU.CO, Ahad (26/7/2026).
Mundakir mengungkapkan, RSMB memiliki arti yang sangat istimewa baginya. Selain menjadi kebanggaan masyarakat Babat, rumah sakit tersebut juga menyimpan kenangan pribadi karena di sanalah anak pertamanya dilahirkan.

“Rumah sakit ini menjadi kebanggaan masyarakat Babat, tempat saya dibesarkan. Namun, kebanggaan itu harus menjadi amanah yang diwujudkan melalui tata kelola yang profesional, pelayanan yang humanis, komitmen terhadap keselamatan pasien, serta keberlanjutan organisasi,” katanya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) itu, berharap kehadiran gedung baru tidak hanya menghadirkan bangunan yang megah, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan Muhammadiyah.
“Semoga rumah sakit ini tidak hanya menjadi bangunan yang megah, tetapi terus menjadi pusat pelayanan kesehatan yang terpercaya sekaligus pusat dakwah yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Hadirnya gedung baru ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah terus menghadirkan layanan kesehatan yang unggul, mandiri, dan membawa keberkahan bagi umat serta bangsa,” tegasnya.
Informasi mengenai jadwal peresmian gedung baru diumumkan melalui akun resmi Instagram RS Muhammadiyah Babat.
Kehadiran gedung sembilan lantai tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi RSMB sebagai salah satu rumah sakit rujukan Muhammadiyah di Jawa Timur yang mengedepankan pelayanan profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Pembangunan gedung baru merupakan salah satu proyek strategis yang dijalankan RSMB untuk menjawab meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya kasus penyakit yang semakin kompleks, serta tuntutan pelayanan medis yang cepat dan berkualitas menjadi alasan utama perlunya pengembangan kapasitas rumah sakit.
Data yang diterima PWMU.CO, selain menambah luas bangunan, gedung baru RS Muhammadiyah Babat juga dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelayanan dengan menyediakan 65 tempat tidur yang tersebar di beberapa lantai.
Penataan ruang dilakukan secara terintegrasi agar alur pelayanan pasien menjadi lebih efektif, mulai dari layanan gawat darurat hingga rawat inap.
Lantai pertama difungsikan sebagai area drop off pasien dan parkir, sekaligus menjadi pusat sejumlah fasilitas penunjang seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan sistem hidran sebagai bagian dari standar keselamatan rumah sakit.
Lantai kedua menjadi pusat layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Radiologi, sehingga pasien yang membutuhkan penanganan cepat maupun pemeriksaan penunjang dapat dilayani dalam satu kawasan yang terintegrasi.
Sementara itu, lantai tiga dan empat menjadi sentra pelayanan rawat jalan dengan laboratorium serta 15 poliklinik spesialis. Berbagai layanan spesialis yang tersedia meliputi Klinik Nyeri, Anak, Obstetri dan Ginekologi, Neurologi, Urologi, Ortopedi, Bedah Umum, Mata, Paru, Penyakit Dalam, THT-KL, Jantung, Kulit dan Kelamin, Radiologi, hingga Rehabilitasi Medik. Kehadiran layanan spesialis tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Lamongan tanpa harus dirujuk ke kota lain untuk berbagai jenis penanganan medis.
Untuk layanan rawat inap, lantai lima diperuntukkan bagi ruang rawat inap JKN-KRIS sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional. Lantai enam dikhususkan bagi pasien Obstetri dan Ginekologi (Obsgyn), sedangkan lantai tujuh menyediakan ruang rawat inap Kelas I dan Kelas II.
Adapun lantai delapan disiapkan sebagai ruang perawatan VIP dan VVIP yang menawarkan fasilitas lebih nyaman bagi pasien yang membutuhkan layanan premium.
Dengan pembagian fungsi tersebut, gedung baru RSMB diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, terpadu, dan sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok pasien. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments