SD Muhammadiyah GKB 2 menggelar In House Training (IHT) bertema “SMART Service Excellent: Senyum, Melayani, Adaptif, Ramah, Tanggap” bagi petugas keamanan, pramubakti, dan pengemudi, Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room Berlian Primary School itu diarahkan untuk memperkuat pelayanan kepada warga sekolah dan tamu.
IHT tersebut diikuti seluruh petugas keamanan, pramubakti, dan pengemudi SD Muhammadiyah GKB 2. Peserta menerima materi mengenai prinsip pelayanan prima yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di lingkungan sekolah.
Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus penguatan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana SD Muhammadiyah GKB 2, M. Taufiq, M.Pd. Dalam arahannya, ia menyampaikan pentingnya menjaga semangat kerja dan rasa syukur selama menjalankan tugas.
Menurut M. Taufiq, lingkungan kerja di SD Muhammadiyah GKB 2 tidak hanya menekankan profesionalitas, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai keagamaan dalam aktivitas kerja.
“Kita berada di lingkungan kerja yang baik, yang tidak hanya mengajarkan profesionalitas dalam bekerja, tetapi juga mengingatkan kita untuk selalu menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, mari kita senantiasa bersyukur dan tetap semangat dalam memberikan pelayanan terbaik,” pesan M. Taufiq.
Dalam kegiatan tersebut, Berlian Primary School menghadirkan Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan serta Sumber Daya Insani Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik, Uyan Ari Lidiyah, S.Kep., Ns., sebagai narasumber.
Uyan menjelaskan bahwa istilah service memiliki sejumlah unsur yang perlu diperhatikan dalam pelayanan. Unsur tersebut meliputi self awareness atau kesadaran diri, enthusiasm atau antusiasme, reform atau perbaikan berkelanjutan, value atau nilai, impressive atau memberikan kesan positif, care atau kepedulian, serta evaluation atau evaluasi.
“Service excellent bukan hanya tentang melayani, tetapi bagaimana kita memberikan pengalaman terbaik kepada setiap orang yang kita temui. Pelayanan yang baik dimulai dari kesadaran diri, antusiasme, serta kepedulian terhadap kebutuhan orang lain,” jelas Uyan.
Ia menambahkan, pelayanan prima dapat diterapkan melalui tiga aspek, yakni attitude atau sikap, attention atau perhatian, dan action atau tindakan. Ketiga aspek tersebut, menurutnya, perlu diterapkan secara konsisten dalam setiap bentuk pelayanan.
Uyan juga menyampaikan bahwa pelayanan prima memiliki peran dalam membangun reputasi lembaga dan hubungan dengan pengguna layanan.
“Service excellent sangat penting karena mampu membangun reputasi positif, menjadi alat promosi organik melalui pengalaman pelanggan, serta menciptakan loyalitas pelanggan,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti pemaparan materi dan diskusi mengenai penerapan pelayanan prima dalam tugas masing-masing. Diskusi membahas sikap, komunikasi, serta respons peserta ketika berinteraksi dengan warga sekolah dan tamu.
Melalui IHT tersebut, SD Muhammadiyah GKB 2 berharap peserta dapat menerapkan nilai SMART Service Excellent dalam pelaksanaan tugas. Penerapan nilai tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan yang ramah, tanggap, dan profesional di lingkungan sekolah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments